Jokowi Minta BUMN Lebih Banyak Gunakan Bahan Baku Lokal

Author : Franki Dibuat : Aug 15, 2018

Jokowi Minta BUMN Lebih Banyak Gunakan Bahan Baku Lokal
Listrik Indonesia | Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk lebih meningkatkan penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Hal tersebut dinilai dapat menyelamatkan cadangan devisa negara.

Dalam rapat terbatas (ratas) yang digelar Selasa, 14/08/2018, mengenai lanjutan strategi kebijakan memperkuat cadangan devisa negara, turut hadiri oleh Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir dan Plt Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati.

Jokowi mengatakan, percepatan pelaksanaan mandatori biodiesel, peningkatan TKDN, terutama untuk BUMN besar yang sebelumnya memakai komponen impor, agar ini diperhatikan.

Menurutnya, PLN merupakan BUMN yang sangat bergantung dengan bahan baku impor untuk merealisasikan program pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tersebut. Sementara itu, Pertamina menjadi BUMN yang bisa menerapkan pemanfaatan biodiesel sebesar 20%.

Ia menilai penerapan ini dapat mengurangi bahan baku minyak impor. Strategi peningkatan cadangan devisa juga menjadi titik awal pemerintah dalam menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Selain menekan impor dan meningkatkan ekspor serta investasi, pemerintah pun akan mempercepat pembangunan infrastruktur yang mendukung pariwisata. Sektor pariwisata menjadi salah satu penyumbang devisa. Kita harus jaga Stabilitas rupiah dalam nilai yang wajar, inflasi rendah, defisit transaksi yang aman," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga meminta PLN untuk mengurangi bahan baku impor dan segera memenuhi regulasi TKDN dalam merealisasikan proyek ketengakistrikan 35.000 MW.

"PLN termasuk yang menggunakan banyak sekali barang modal dan sebetulnya mereka sudah memiliki policy TKDN, tapi penggunaan komponen dalam negeri selama ini masih belum dipenuhi. Oleh karena itu menjadi salah satu yang dilakukan dalam jangka pendek," jelas Sri Mulyani kemarin di Jakarta.

Permintaan ini dimaksudkan untuk lebih banyak menggunakan bahan baku dalam negeri untuk menyehatkan neraca transaksi berjalan (CAD) yang masih defisit.

"CAD menjadi concern oleh karena itu pemerintah akan melakukan tindakan yang bisa meningkatkan ekspor dan mengurangi impor," ungkapnya. (RG)


 



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top