Jonan: Porsi Bauran EBT di 2025 Tidak Berkurang, Kalau Bisa Bertambah

Author : Franki Dibuat : Sep 13, 2017

 Jonan: Porsi Bauran EBT di 2025 Tidak Berkurang, Kalau Bisa Bertambah
Listrik Indonesia | Dalam sambutannya pembukaan dalam even Indonesia EBTKE ConEx 2017 ke-6 (IndoEBTKEConEx), in Conjunction with Bali Clean Energy Forum (BCEF), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyampaikan, sesuai dengan komitmen pemerintah untuk mendorong penggunaan energi baru terbarukan dan mencapai target RUEN (Rencana Umum Energi Nasional) yakni sebesar 23% hingga 2025 mendatang, akan tetapi target tersebut harus dicapai dengan tingkat keekonomian yang terjangkau oleh tarif listrik.

"Komitmen pemerintah terhadap renewable energy tidak berkurang, bahkan bisa bertambah. Seperti dikemukakan Presiden RI Joko Widodo pada Desember 2016 di COPI, Paris. Komitmen kita untuk mengusahakan penggunaan energi terbarukan dan energi mix sampai 23% di 2025," ungkap Jonan di Balai Kartini, Jakarta, (13/09) dalam acara yang bertema "Renewable Energy Is a Solution for Energy Security and Paris Agreement".

Ia menambahkan, dalam 10 bulan terakhir, pihaknya telah menandatangani Power Purchase Agreement (PPA) dari Pembangkit Energi Terbarukan (ET) dengan kapasitas mencapai 723 Megawatt (MW). Salah satunya akan dibangun pembangkit listrik tenaga arus laut di Selat Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan kecepatan arus laut m/detik, dengan pengembang yang berasal dari Negeri Kincir Angin (Belanda) yang menawarkan harga listrik sebesar US$ 7.17 Cent/kwh.

Selain itu, lanjut Jonan, dalam mewujudkan pemanfaatan energi terbarukan, ada dua opsi yang bisa dilakukan, yakni melalui kelistrikan dan transportasi. Tak ayal, pemerintah kini mulai mengembangkan kembali mobil listrik nasional.

"Saya sudah beritahukan kolega saya untuk berinisiatif di bidang transportasi, makanya dua bulan lalu Pak Presiden menugaskan kami untuk membuat rancangan peraturan tentang mobil listrik. Presiden mendorong sangat kuat untuk implementasi mobil listrik," paparnya.

Pada acara ini juga ditandatangani beberapa kesepakatan terkait pengembangan EBTKE, yaitu penandatanganan proyek EBTKE dengan Real Estate Indonesia (REI); Penandatanganan kerja sama pendanaan untuk pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) antara PLN dan PT SMI.

Selain itu juga Penandatanganan Balitbang dengan China National Petroleum Corporation, serta Kerja sama riset, pengembangan dan pemanfaatan panasbumi antara UI, UGM, ITB, Trisakti, PLN, dan Geodipa.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Energi Terbarukan (METI) Surya Dharma mengatakan, even ini merupakan upaya terus menerus Untuk mengkomunikasikan kemajuan dan update subsektor energi terbarukan serta sebagai ajang "lesson learn" dari negar lain yang sudah lebih maju perkembangannya, terutama di sektor ketenagalistrikan.

Pihaknya mengungkapkan tantangan subsektor ET dalam mencapai targetnya yakni di antaranya keekonomian dan komitmen untuk mencapai target financing suport baik dari dalam maupun luar negeri. (RG)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top