Jonan Resmikan Penyaluran Pembangkit Listrik Excess Power di Kaltim

Author : Franki Dibuat : Mar 9, 2018

Jonan Resmikan Penyaluran Pembangkit Listrik Excess Power di Kaltim
Listrik Indonesia | "Atas nama Pemerintah, saya berterima kasih kepada KPC yang berinisiatif menyumbang sepertiga listrik dari kapasitas yang dibangun untuk disalurkan kepada masyarakat dengan tarif yang sangat kompetitif," ungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Igansius Jonan, dalam sambutan peresmian proyek penyaluran kelebihan daya listrik (excess power) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 'Tanjung Bara' dengan kapasitas sebesar 3 x 18 Megawatt (MW) yang berlokasi di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim).

Menurut Jonan, proyek tersebut atas arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan harga kompetitif untuk masyarakat.

"Arahan Bapak Presiden (Jokowi), semua kegiatan usaha harus menyatu dengan masyarakat sekitar, yaitu masyarakat menerima langsung dari kegiatan usaha itu," tambahnya.

Ia menambahkan, proyek pembangkit excess power ini dikerjakan oleh PT. Kaltim Prima Coal (KPC) dengan nilai investasi sebesar US$ 150 juta. Hal ini sesuai dengan komitemen pemerintah dalam mendorong pemanfaatan batu bara untuk kebutuhan masyarakat sekitar pertambangan.

"Penyaluran excess power PLTU Tanjung Bara dinilai telah membantu Pemerintah mewujudkan penyediaan tenaga listrik secara berkeadilan dengan harga yang terjangkau. Prinsipnya sesuai sila kelima, pemerintah ingin semua lapisan masyarakat menikmati listrik dengan harga terjangkau. Jadi, proyek ini sangat meringankan kerja Pemerintah," papar Jonan.

Lebih lanjut Jonan mengatakan, pembangkit dengan kapasitas sebesar 3x18 MW ini dibangun sejak Oktober 2011, dan mampu melistriki masyarakat Kota Sangatta, Kaltim, sebanyak 25.578 Kepala Keluarga (KK).

Guna memproduksi excess power tersebut, pembangkit ini membutuhkan batu bara kurang lebih 256.122 ton per tahun dengan nilai kalori sebesar 4700 kcal/kg GAR (Gross Air Received).

Pasalnya, excess power PLTU Tanjung Bara ini melengkapi kapasitas PLTU Tanjung Bara sebelumnya sebesar 2X5 MW, sehingga kapasitas PLTU Tanjung Bara menjadi 64 MW. Dari total tersebut, 30 MW digunakan untuk kebutuhan listrik di lingkungan PT KPC (captive power) dan 34 MW selebihnya merupakan excess power, di mana 18 MW di antaranya telah berkontrak atau diperjualbelikan kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN). Harga jual listrik dari PLTU Tanjung Bara ke PLN tersebut sebesar Rp855/kWh. (RG)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top