Kaltimex Gelar Seminar Gas Engine

Author : Franki Dibuat : Aug 14, 2018

Kaltimex Gelar Seminar Gas Engine
Listrik Indonesia | PT Kaltimex Energy pada Selasa, 14 Agustus 2018, menggelar seminar mengenai MWM Gas Genset Product & Service di Hotel JW Marriot, Jakarta.

Director Operasional PT Kaltimex Energy, Demdem Rochkadar Sukanda mengatakan, seminar kali ini pihaknya mengenalkan mesin baru dari MWM (Jerman), yang kini bermitra dengan Kaltimex.

"Seminar hari ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada audiens bahwa produknya MWM yakni gas engine kini bermitra dengan kami sejak 2017 lalu, yang sebelumnya MWM bermitra dengan Euroasiatic," jelas Rochkadar Sukanda saat ditemui di lokasi, (14/08).

"Kita ingin perkenalkan bahwa sekarang repersentatif MWM itu adalah kami (Kaltimex Energy) bukan lagi Euroasiatic," sambungnya.

Selain itu, pihaknya juga memperkenalkan kepada audiens atau end user bahwa Kaltimex mempunyai workshop gas engine, enguneer gas engine, dan sebagainya, baik after market (melayani spare part) maupun new project (proyek baru).

 Pada umumnya engine digunakan sebagai penggerak untuk alat-alat seperti generator, pompa, kompressor, dan sebagainya. Cara kerja gas engine sama dengan diesel engine, hanya saja proses penyalaan bahan bakar-nya berbeda. Gas engine menggunakan percikan api dari busi (spark ignition) sedangkan diesel engine mengunakan kompresi untuk menyalakan bahan bakar (compression ignition).

Sementara, ada juga yang disebut dengan dual fuel engine, yaitu engine yang dapat menggunakan diesel maupun gas sebagai bahan bakarnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya juga menyewakan produknya kepada pemerintah dalam hal ini PT PLN (Persero) untuk memenuhi pasokan listrik yang belum terkoneksi dengan jaringan transmisi dan distribusi.

"Saat ini satu-satunya yang kita miliki dengan PLN yaitu di PLTD Tanjung Batu, Tenggarong, Kalimantan Timur," jelasnya.

Kontraknya tersebut sudah 10 tahun berjalan dan tahun ini diperpanjang kembali. "Jadi gas alam tersebut dialirkan untuk masuk ke PLTD Tanjung Batu menggunakan pipa sepanjang kurang lebih 50 kilometer. Sebab gas tersebut hanya bisa dipakai untuk menjalankan mesin kami," katanya.

"Sebenarnya PLN di sana mempunyai gas turbine, hanya saja membutuhkan gas pressure yang lebih tinggi, jadi kami tetap diperpanjang di sana," lanjut Rochkadar Sukanda.

Ia mengatakan, PLTD tersebut mempunyai kapasitas terpasang yakni sebesar 8x1,2 MW. "Kami mempunyai kontrak dengan PLN sekitar 6 MW. Sangat ketat kontrak dengan PLN selama 7x24 jam kami harus menyediakan paaokan listrik tersebut," tandasnya. (RG)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top