Katalisator Dunia Kelistrikan

Author : Franki Dibuat : Mar 14, 2018

Katalisator Dunia Kelistrikan
Listrik Indonesia | Memimpin perusahaan di sektor pembiayaan proyek strategis pemerintah, bukan perkara mudah. Dedikasi, kepercayaan, dan profesionalisme menjadi tuntutan. Di bawah bendera PT Sarana Multi Infrastruktur, Emma Sri Martini mampu mewujudkannya.

Dengan mengusung i-Sprint (integrity, service excellence, partnerships, resilience, innovation, dan trust) sebagai budaya perusahaan, kinerja PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) tampil cemerlang sebagai katalis pembangunan infrastruktur Indonesia.

Sejak didirikan pada Februari 2009 silam, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) secara konsisten teguh menjalankan mandat sebagai katalis dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, termasuk dalam mendorong percepatan program kelistrikan 35.000 MW.

SMI adalah badan usaha di bawah koordinasi Kementerian Keuangan yang memiliki mandat untuk mendukung percepatan pembangunan dan pengembangan infrastruktur dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), yang mengikutsertakan berbagai institusi ke­uang­an, baik swasta maupun multilateral.

Dalam aktivitasnya, SMI memiliki tiga pilar bisnis, antara lain; Pembiayaan dan Investasi, yakni pembiayaan terhadap proyek-proyek infrastruktur. Jasa Konsultasi yaitu solusi atas kebutuhan tenaga professional dan ahli di bidang infrastruktur, serta pilar ketiga, pengembangan proyek, yaitu membantu Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) untuk menyiapkan proyek infrastruktur. Termasuk pembangun­an Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) bersama PT PLN (Persero).

Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur, Emma Sri Martini menjelaskan kerjasama pembiayaan yang dilakukan bersama PLN dalam mengembangkan energi panas bumi di Indonesia. Saat ini, terang Emma, akrab ia disapa, potensi energi listrik dari PLTP baru 1.700 MW atau sekitar 11,3% dari total potensi sekitar 29.000 MW, “Pengembangan energi panas bumi, masih terkendala besaran investasi untuk eksplorasi sumber daya.”

Dengan terjalinnya kerjasama ini, lanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan pemenuhan target bauran energi hingga 23% pada 2025, “Khusus panas bumi ditargetkan memberikan kontribusi 7.200 MW,” ungkapnya.

Dalam mendorong pembangunan infrastruktur, SMI akan lebih peran aktif dalam pembiayaan dan membantu persiapan proyek infrastruktur, baik yang dilakukan melalui layanan konsultasi maupun pengembangan proyek bagi proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.

“Kami akan berupaya untuk memberikan outcomes yang lebih besar kepada semua stakeholders khususnya masyarakat luas dengan adanya berbagai infrastruktur yang dibangun,” ungkap Dirut SMI Emma Sri Martini. Antara lain; tersedianya listrik di seluruh wilayah Indonesia, konektivitas dalam bentuk pembangunan jalan yang baik, sanitasi, air minum, serta telekomunikasi yang menjangkau semua wilayah. (AD)



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top