Kejar Bauran EBT 23% Hingga 2025, Pemerintah Garap Ladang Angin Dalam Negeri

Author : Franki Dibuat : Sep 25, 2018

Kejar Bauran EBT 23% Hingga 2025, Pemerintah Garap Ladang Angin Dalam Negeri
Listrik Indonesia | Pemerintah optimis target pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) akan tercapai. Hal tersebut ditandai dengan digarapnya sebesar 1.725 Megawatt (MW) proyek Pembangkit Listrik Tenaga Angin/Bayu (PLTB) di Indonesia.

Menurut, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, sedikitnya terdapat 24 proyek PLTB di beberapa lokasi yang sedang dilakukan pengembangan oleh Independent Power Producer (IPP) pengembang listrik swasta, termasuk PLTB Sidrap 75 MW yang telah diresmikan 2 Juli 2018 lalu.

Selain PLTB Sidrap, lanjut Agung, terdapat 23 proyek PLTB lainnya, baik dalam masa konstruksi, proses negosiasi untuk Power Purchase Agreement (PPA), Feasibility Study (FS), pengukuran maupun yang masih tahap rencana.

"Ada sekitar 1.725 MW proyek PLTB yang dikembangkan. Mulai dari tahap rencana hingga tahap konstruksi seperti PLTB Tolo dan telah beroperasi seperti PLTB Sidrap 75 MW," ujar Agung, kemarin di Jakarta, seperti yang dituliskan (25/09).

Dikatakan olehnya, lokasi dari berbagai proyek PLTB tersebut antara lain PLTB Jeneponto (72 MW) yang sudah kontruksi dan PLTB Sukabumi (10 MW) yang masih dalam tahap negosiasi PPA.

Sementara itu yang masih dalam tahap Feasibility Study, Agung mengungkapkan di antaranya yakni, Lebak dan Pandeglang (masing-masing 150 MW) di Banten; di Sukabumi (170 MW); Tanah Laut (90 MW) di Kalimantan Timur; Jeneponto (175 MW); Sidrap Phase II (75 MW); Sidrap Phase III (200 MW); Selayar (5 MW) di Sulawesi Selatan.

Ia melanjutkan, Gunung Kidul (10 MW) di Yogyakarta; Belitung Timur (10); Garut (10 MW); Timor Tengah Selatan (20 MW); Bantul (50 MW); Buton (15 MW) di Sulawesi Tenggara; Kupang (2X10 MW); Sumba Timur (3 MW) di Nusa Tenggara Timur; Ambon (15 MW); Kei Kecil (5 MW); dan Saumlaki (5 MW) di Maluku.

Ketertarikan para investor swasta dalam mengembangkan potensi angin sebagai ladang bisnis EBT menandakan semakin kompetitifnya usaha EBT di Indonesia. Menurutnya, peningkatan tata kelola seperti penyesuian regulasi memudahkan investor menamkan modalnya di sektor EBT.

"Kami percaya kondisi ini memudahkan kami menggenjot target bauran energi 23% yang berasal dari EBT pada 2025 mendatang," tandas Agung. (Rg)


 

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top