Kembangkan Pembangkit Panas Bumi, Pertamina: 2030 Targetkan Produksi 2.742 MW

Author : Franki Dibuat : Jul 22, 2016

Kembangkan Pembangkit Panas Bumi, Pertamina: 2030 Targetkan Produksi 2.742 MW
Listrik Indonesia | PT Pertamina (Persero) tengah mengembangkan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Ada dua proyek prioritas yang tengah dikejar pembangunannya pada tahun ini.

Wianda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication Pertamina mengatakan, dua proyek prioritas itu adalah PLTP Lumut Balai 1 & 2, PLTP Ulubelu 3 & 4. Progres masing-masing pembangkit itu sudah mencapai 7% dan 94% hingga semester I tahun ini.

“Pertamina serius dalam mendorong pengembangan energi baru terbarukan,” ujar Wianda di Jakarta, pekan ini. Sejak 15 Juli 2016 kemarin, PLTP Ulubelu unit 3 sudah beroperasi secara komersial. Jadi Pertamina sudah berkontribusi mengaliri listrik ke daerah lampung.

Adapun harga listrik yang dijual kepada PT PLN (Persero) seharga US$ Cent 7,4 per KWh dan harga Head of Agreement (HoA) US$ Cent 8,2 per KWh. Nantinya setelah pembangkit itu selesai akan berkapasitas listrik sebesar 2 x 55 MW.

Ia menambahkan, saat ini Pertamina sudah memetakan hasil produksi listrik dari 11 wilayah kerja (WK) panas bumi yang telah digarap. Diharapkan hingga 2030 Pertamina sudah bisa memproduksi listrik sebesar 2.742 Mega Watt (MW).

“Nantinya akan bertahap, tiap tahunnya akan meningkat 12% sampai target itu tercapai. Tahun ini kapasitas produksi listrik dari energi panas bumi Pertamina baru mencapai 542 MW,” terang Wianda.

Sebagai informasi, kesebelas wilayah yang sudah dipetakan oleh Pertamina adalah Kamojang – Darajat, Lahendong, Ulubelu, Gunung Sibayak & Sinabung, Karaha Cakrabuana, Lumutbalai & Marga Bayur, Hululais, Sungai Penuh, Seulawah Agam, Gunung Lawu, Kotamoagu, dan New WKP.

Selain itu, proyek jangka panjang pembangunan PLTP hingga tahun 2030 ini akan memakan biaya investasi mencapai US$ 15,9 miliar atau hampir Rp 200 triliun. "Bertahap, nantinya hingga tahun 2030 Pertamina siap mengeluarkan investasi sebesar US$ 15,9 miliar untuk proyek PLTP ini," pungkas Wianda. (GF)



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top