Kementerian ESDM Tekan Penggunaan Minyak, Dorong Penggunaan Gas 

Author : Franki Dibuat : Mar 15, 2017

Kementerian ESDM Tekan Penggunaan Minyak, Dorong Penggunaan Gas 
Listrik Indonesia | Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) beralih ke Bahan Bakar Gas (BBG). Hal tersebut dilakukan karena harga gas yang murah dan ramah lingkungan.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, Pemerintah komitmen untuk mendorong program konversi BBM ke BBG. "Kenapa kita harus mengubah menjadi gas karena gas lebih murah. Ini lebih penting, karena kalau tidak lebih murah insentif untuk pengguna tidak ada. Yang kedua, lebih ramah lingkungan. Kita berkomitmen untuk ikut mengelola perubahan iklim dunia," kata Jonan, saat membuka Natural Gas Vehicles & Infrastructure Indonesia Forum and Exhibition, di Jakarta (15/3).

Menurutnya, ada beberapa pertimbangan dalam produksi gas di Indonesia yang saat ini mencapai sekitar 1,4 juta hingga 1,6 juta barel setara minyak bumi per hari (Thousand Barrels of Oil Equivalents per Day/MBOEPD). Selanjutnya untuk minyak bumi sekitar 800 ribu sampai 820 ribu barel per hari. "Untuk produksi gas masih cukup besar untuk kita," lanjutnya.

Selain itu, Kementerian ESDM saat ini sedang menyiapkan Peraturan Menteri (Permen) guna mendorong pemanfaatan gas untuk kendaraan. Jonan mengatakan, dalam waktu dekat akan diterbitkan Permen ESDM yang mewajibkan setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memiliki sedikitnya satu dispenser BBG.

"Dalam seminggu atau dua minggu ke depan, akan ada Permen ESDM tentang keharusan setiap SPBU harus punya satu dispenser gas. Terserah, apakah Compressed Natural Gas (CNG) atau lainnya," imbuhnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, beleid tersebut akan mengatur tentang jangka waktu dan wilayah pengadaan dispenser BBG tersebut. "Nanti ditentukan, dalam setiap enam bulan, per wilayah, (setiap SPBU) harus dipasang dispenser," tandasnya. (GF)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top