KESDM Segera Terbitkan Permen Listrik Swasta

Author : Franki Dibuat : Nov 24, 2016

KESDM Segera Terbitkan Permen Listrik Swasta
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Wakil Menteri Arcandra Tahar (kiri). (Foto: R Akmal/Listrik Indonesia)
Listrik Indonesia | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan, pihaknya kini sedang melakukan tahap finalisasi terkait Peraturan Menteri (Permen) ESDM yang mengizinkan swasta membangun pembangkit, jaringan distribusi serta menjual listrik kepada masyarakat. Aturan ini nantinya akan berlaku untuk daerah-daerah terpencil yang tidak dapat dijangkau oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN/Persero).

"Kita juga finalisasi aturan listrik yang offgrid. Jadi ada kecamatan ingin bangun listrik sendiri dari tenaga air, matahari, biomassa, silakan bangun. Silakan dijual ke masyarakat," kata Jonan saat konferensi pers di Kementerian ESDM, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu malam (23/11).

Ia mengungkapkan, untuk perihal harga, nantinya swasta harus mengajukan terlebih dahulu kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian ESDM. Tentunya, harga yang dijual kontraktor harus sesuai dengan harga keekonomian.

"Nanti harga disetujui dan kami dukung harga keekonomian yang pantas. Untuk jaringan yang dibangun tidak perlu transmisi tegangan tinggi, hanya menengah dan rendah," ungkapnya.

Sebelumnya, Jonan mengaku terdapat sekitar 2.500 desa di wilayah Indonesia timur yang masih belum teraliri listrik. Dari jumlah tersebut 2.300 di antaranya berada di wilayah Papua.

"Lebih dari 2.500 desa yang tidak teraliri, ini kebanyakan di wilayah timur. Kebanyakan, 2.300 desa ada di wilayah Papua,"  katanya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut ESDM akan menerbitkan aturan berupa Permen yang akan memberikan swasta izin untuk membangun pembangkit listrik dan menjualnya kepada masyarakat. Gardu induk yang dibangun swasta juga tidak akan menggunakan gardu milik PLN.

"Ini besar sekali, kami baru menerbitkan peraturan untuk memberikan izin swasta membangun pembangkit dan menjual (kepada masyarakat). Yang tidak menggunakan gardu induk dari PLN, jadi sambungan kabel itu jadi kecil-kecil saja. Jadi setiap kecamatan dibangun kabel sendiri, transmisi tegangan rendah, bisa hydro, angin, dan lainnya," imbuhnya.

Lebih jauh ia mengatakan, investasi untuk membangun pembangkit listrik di sana juga tidak mahal. Untuk 0,1 Megawatt (MW) swasta hanya memerlukan anggaran sebesar USD 200.000.

"Investasi nggak besar, kira-kira 0,1 MW itu USD 200.000, itu bisa mengaliri listrik yang simpel untuk satu kecamatan. Silakan kalau minat, ini tantangan besar. Sebanyak 2.500 desa yang tidak ada listriknya, padahal sudah 71 tahun merdeka," tandas Jonan. (RG)

Terakhir disunting : Nov 24, 2016


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top