Ketua CIGRE: Tak Ada Reliability Sempurna, Blackout Juga Terjadi di Amerika

Author : Franki Dibuat : Aug 5, 2019

Ketua CIGRE: Tak Ada Reliability Sempurna, Blackout Juga Terjadi di Amerika
Herman Darnel Ibrahim (Foto: R Akmal/Listrik Indonesia)
Listrik Indonesia - Jakarta | Ketua CIGRE Indonesia Dr. Ir Herman Darnel Ibrahim, MSc mengungkapkan benang merah hasil diskusi dengen Fortuga, sepakat menyatakan bahwa gangguan besar seperti pemadaman listrik di sebagian wilayah ini terjadi di mana-mana, dan itu merupakan kejadian yang jarang. Dikutip dari Murphis Law, bahwa sistem interkoneksi itu kuat, namun komponen sistem buatan manusia, sehingga tidak ada reliability yang 100%. Unreliability yang walau hanya 0.0000 sekian persen, bisa menjadi penyebab.

Lebih jauh ia menjelaskan, sistem kelistrikan Jawa Bali pernah beberapa kali terjadi blackout, yaitu pada13 April 1997, 18 Agustus 2005, 18 Maret 2009 dan 4 Agustus 2019.

“Kejadian ini merupakan periode 5-10 tahunan. Umumnya di awali oleh gangguan dari luar hubungan ketanah yang kadang disebabkan kelemahan pada komponen sistem seperti kekurangan infrastruktur atau  terkait setting proteksi dan  kontrol,” ungkap Herman Darnel.

Lebih jauh ia menjelaskan, kriteria sekuriti sistem PLN seperti dimuat dlm RUPTL adalah N-1 artinya ketika 1 komponen sistem trip, sistem tetap aman tanpa load curtailment. Di sistem Jawa Bali tidak selmua N-1 terpenuhi. Komposisi pembangkit dan beban bisa bervariasi, bisa ada saat-saat di mana kriteria tersebut tak terpenuhi.

Sistem Jawa Bali itu besar sekali dengan sekitar 500 gardu Induk dan 200 an unit pembangkit. Dengan interkoneksi siatem jadi sangat kuat, sehingga jarang gangguan konsumen yg disebabkan oleh pembangkit dan transmisi. Namun jika terjadi blackout membutuhkan waktu lama untuk pemulihan.

“New York mengalami blackout 13 Juli 1977, 14 Agt 2003 dan bulan lalu 14 Juli 2019. Blackout New York tahun 2003 nemerlukan waktu 2 hari untuk pulih sepenuhnya. Dan blackout 13 Juli lalu juga baru pulih setelah 2 hari,” tambahnya.

Untuk mengetahui akar penyebab blackout lazimnya dilakukaan investigasi yang melibatkan para ahli diluar utility, mirip crash investigation. Semua data recorders dikumpulkan dan dievaluasi oleh Tim penyelidik. Kemudian dibahas kemungkinan  penyebab lalu disimpulkan akar penyebabnya ,misal kelemahan peralatan, kelemahan setting atau  SDM/human error.

“Dalam konferensi CIGRE Dewan Internasional Sistem Listrik Besar (Conseil International des Grands Eeseaux Electriques) yang diselenggarakan tiap tahun genap selalu ada sesi khusus tentang Blackout/Large Disturbances yang terjadi di suatu negara,” pungkas Herman Darnel. (DH)

Tags : News
Terakhir disunting : Aug 5, 2019


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top