Ketua HIKKMI Tjahjadi Aquasa: Dukung PLN di Bidang Transmisi dengan Kemitraan Profesional

Author : Franki Dibuat : Aug 10, 2017

Ketua HIKKMI Tjahjadi Aquasa: Dukung PLN di Bidang Transmisi dengan Kemitraan Profesional
Tjahjadi Aquasa, Ketua Umum HIKKMI. (Foto: R Akmal)
Listrik Indonesia | Ketua Umum Himpunan Kontraktor Ketenagalistrikan dan Mekanikal Indonesia (HIKKMI), Tjahjadi Aquasa mengungkapkan, HIKKMI memang sangat dibutuhkan oleh para kontraktor-kontraktor untuk bekerja sama dalam mendukung infrastruktur ketenagalistrikan. 
 
Selain itu, pihaknya  akan melakukan  terobosan-terobosan dan inovasi (break thru), dan percepatan ."Kami akan mengadakan program peningkatan melalui capacity building, selain itu mengadakan workshop-workshop dalam hal mewujudkan target PLN," ungkap Tjahjadi di sela-sela media visit ke Listrik Indonesia di Grha MP Jakarta(9/8). 
 
Dia menambahkan, dalam pembangunan di sektor ketenagalistrikan, yang paling berat yaitu membangun jaringan transmisi dan gardu induk dibandingkan dengan pembangunan pembangkit listrik, banyak yang berminat yang tergabung sebagai independent power producer (IPP). 
 
"Kami bangga karena seluruh kontraktor ketenagalistrikan membangun gardu induk itu semuanya dari nasional, untuk itu perlu kolaborasi dengan dengan PLN, dan selalu menjaga hubungan baik antara PLN dengan para kontraktor tersebut, serta saling berkomunikasi," tambahnya  
 
Seiring dengan berjalannya program 35.000 MW, transmisi merupakan pekerjaan yang harus dituntaskan  oleh PLN.

"HIKKMI akan membantu PLN dalam menyukseskan program pemerintah, dalam hal ini pembangunan transmisi sepanjang 46.000 lebih kilometer, sirkuit " jelasnya. 
 
Lebih Jauh Tjahjadi mengungkapkan, saat ini PLN sedang berfokus membangun transmisi lebih dari sepanjang 46.000 kilometer, dan lebih dari 122.000 MVA Gardu Induk. Hal ini merupakan pekerjaan yang paling berat bagi PLN dalam membangun kelistrikan Tanah Air.  
 
"HIKKMI berharap PLN terus membantu  meningkatkan kapasitas nasional. Dengan menggunakan barang-barang atau produk-produk dari dalam negeri, Sumber Daya Manusia (SDM) dari dalam negeri. Hal ini merupakan salah satu cara dalam mendukung penggunaan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN)," pungkas Tjahjadi.  (DH)

Tags : News


1 Komentar

Berikan komentar anda

Top