Konsep Kota Pintar, Pandangan Schneider dan GBC Indonesia

Author : Franki Dibuat : Mar 15, 2019

Konsep Kota Pintar, Pandangan Schneider dan GBC Indonesia
Listrik Indonesia | Semakin meningkatnya jumlah bangunan pintar di suatu kota, dengan memiliki sistem manajemen gedung dan sistem keamanan elektronik dengan teknologi otomasi, melengkapi seluruh kota untuk bertransformasi menjadi kota pintar.

Schneider Electric, perusahaan yang concern dalam transformasi digital di pengeloaan energi dan otomasi, bersama Green Building Council Indonesia, berkomitmen untuk merancang bangunan seefisien mungkin, hingga kota-kota di Indonesia bertransisi dari bangunan pintar dan hijau ke kota pintar berkelanjutan.

Xavier Denoly, Country President Schneider Electric Indonesia mengatakan “Tanpa bangunan pintar, kota tidak bisa menjadi pintar. Tidak mungkin, misalnya, bagi kota untuk menggunakan energi secara lebih efisien, jika bangunan belum ditata ulang untuk mendukung tujuan tersebut. Hal ini penting mengingat bahwa setiap bangunan pintar perlu memiliki sebuah platform yang dapat mengintegrasikan sistem dan fasilitas gedung yang berbeda jenis dan fungsi,” jelasnya seperti dalam siaran pers yang diterima listrikindonesia.com (13/3).

Sementara Iwan Prijanto, Chairperson Green Building Council (GBC) Indonesia mengatakan, “GBC Indonesia berkepentingan untuk mendorong tumbuhnya bangunan pintar di Indonesia. Yaitu, ketika teknologi sistem bangunan dapat mengotomasi dan meningkatkan kinerja dan kawasan yang menerapkan metodologi bangunan hijau (Green Building) dalam melakukan efisiensi sumber daya, konservasi sumber daya dan memungkinkan upaya berbagi sumber daya."

Pada pertengahan 2018, Schneider Electric telah memperkenalkan EcoStruxure Building Advisor, yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan penghuni dan nilai aset dan secara bersamaan mengurangi biaya pengoperasian.

EcoStruxure Building Advisor memungkinkan para ahli kelistrikan dan otomasi untuk mengolah data secara jarak jauh menjadi wawasan yang dapat diprediksi dan lebih akurat untuk pengambilan keputusan dan tindakan yang lebih cepat dan tepat, mengurangi 33% pengaduan/komplain, penurunan 29% biaya pemeliharaan, dan pengurangan biaya energi rata-rata 20%. (AM/Fr)

 

Tags : News
Terakhir disunting : Mar 15, 2019


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top