Konsorsium GE, Samsung, & Meindo Kontrak Maintenance dan EPC PLTG Jawa 1

Author : Franki Dibuat : Mar 16, 2018

Konsorsium GE, Samsung, & Meindo Kontrak Maintenance dan EPC PLTG Jawa 1
Listrik Indonesia | PT Jawa 1 Power, yang merupakan perusahaan konsorsium dari PT Pertamina (Persero), Marubeni Corporation, dan Sojitz Corporation memberikan kepercayaan kepada konsorsium General Electric (GE), Samsung C&T (Samsung) dan PT Meindo Elang Indah (Meindo) dengan kontrak EPC (Engineering, Procurement and Construction) untuk Pembangkit Listrik Jawa 1 Combined Cycle.

Penandatanganan kontrak kerjasama tersebut dihadiri oleh Direktur Utama Pertamina (Persero), Elia Massa Manik dan President dan CEO GE Power, Russell Stokes.

Jawa 1 Power akan menjadi pembangkit listrik dengan teknologi combined-cycle terbesar di Indonesia, menggunakan teknologi turbin gas HA terbaru dari GE.

Selain itu, PT Jawa Satu juga menandatangani kesepakatan layanan pemeliharaan dengan GE selama 25 tahun yang mencakup layanan inspeksi pemeliharaan untuk peralatan pembangkit GE dengan menggunakan perangkat lunak GE Asset Performance Management (APM) untuk memantau, memprediksi dan meningkatkan keandalan serta efisiensi pembangkit listrik.

Presiden dan CEO GE Indonesia, Handry Satriago mengatakan, pembangkit listrik Jawa 1 merupakan bagian dari Program Ketenagalistrikan 35.000 Megawatt (MW), dan diperkirakan akan menambah pasokan listrik sekitar 1.760 MW ke dalam jaringan listrik nasional, setara dengan pasokan ke 11 juta rumah di Indonesia.

“Pembangkit listrik ini akan menggunakan dua turbin gas GE 9HA.02, dan diharapkan mulai beroperasi pada pertengahan 2021,” jelasnya melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, seperti yang dituliskan (16/03).

Selain kontrak EPC, lanjut Handry, Jawa 1 Power juga menandatangani perjanjian pemeliharaan dengan GE Power Services selama 25 tahun, yang meliputi pemeiharaan turbin gas, turbin uap, dan generator serta peralatan pembangkit listrik terkait lainnya.

Kesepakatan ini juga mencakup penggunaan rangkaian solusi digital GE Asset Performance Management (APM), untuk meningkatkan visibilitas, keandalan dan ketersediaan berbagai asset dari pembangkit.

Ia menambahkan, Jawa 1 Power akan mendapatkan keamanan, prediksi yang tepat dan keandalan yang tinggi serta tetap memastikan kinerja optimal dengan biaya pemeliharaan berkelanjutan yang lebih rendah. Selain itu, berbagai peralatan pembangkit tenaga listrik yang ada di sini juga akan menjadi bagian dari fasilitas yang dipantau oleh GE Monitoring and Diagnostic (M&D) Center di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat.

“Efisiensi pembangkit listrik penting untuk menjaga tarif listrik tetap kompetitif dan terjangkau masyarakat. Di sinilah turbin gas GE 9HA.02 efisiensi tinggi dan perangkat lunak APM dari GE memainkan peranannya,” papar Handry.

“Kami sangat senang dapat mendukung klien kami PT Jawa 1 Power dan mitra konsorsium EPC, Samsung dan Meindo, dengan turbin gas HA yang sangat efisiensi serta kesepakatan layanan pemeliharaan untuk membantu menghadirkan listrik yang lebih efisien, andal dan terjangkau di Indonesia di tahun-tahun mendatang,” tandasnya.

Sebagai informasi, Jawa 1 Power didirikan oleh konsorsium Pertamina, Marubeni, dan Sojitz. Masing-masing, membawa kekuatan dan keahlian yang telah dibuktikan dalam proyek-proyek yang sukses di berbagai benua. (RG)

 

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top