Kunjungan Kerja ke Jepang, Menperin: Kawasan Industri Jadi Daya Tarik Investor Asing

Author : Franki Dibuat : Jul 11, 2017

Kunjungan Kerja ke Jepang, Menperin: Kawasan Industri Jadi Daya Tarik Investor Asing
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (Foto: Ryan Galuh)
Listrik Indonesia | Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, dalam kunjungan kerjanya ke Jepang beberapa waktu lalu mengatakan, sejumlah kawasan industri di Indonesia siap menerima masuknya investasi asing termasuk Jepang.

Dirinya berharap industri-industri dari Jepang, yang bergerak di bidang pengolahan mineral logam, pembangkit listrik, gasifikasi batubara, petrokimia, dan kaca dapat berinvestasi di Indonesia pada lokasi-lokasi kawasan industri yang telah disiapkan.

Ia mengungkapkan kawasan industri tersebut, yakni kawasan industri Dumai di Riau yang telah dilengkapi pembangkit listrik dengan kapasitas 50 Megawatt (MW), terminal CPO dan pengolahan limbah. "Kawasan ini dapat digunakan untuk pengembangan industri gasifikasi batu bara dan oleo chemical,” imbuh Menperin Airlangga Hartarto melalui keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu, seperti yang diberitakan, Senin (10/07).

"Kami juga menawarkan kawasan industri JIPE di Gresik dengan total area seluas 2.933 hektare serta didukung power plant sebesar 23 MW dan 500 MW. Kawasan yang dilengkapi dengan residensial area dan pelabuhan ini didorong sebagai kawasan untuk heavy industry dan permesinan," ujarnya.

Selain itu juga, Menperin menambahkan, kawasan industri Kendal (KIK) di Jawa Tengah (Jateng) seluas 2.700 hektare yang lokasinya berdekatan dengan pelabuhan Semarang. Di kawasan tersebut, lanjut Airlangga, akan dibangun industri furnitur, industri makanan, dan industri garmen. 

"Dengan upah buruh yang kompetitif, maka kawasan industri ini akan memiliki keunggulan dibanding kawasan lain," katanya.

Lebih jauh, Airlangga juga menawarkan kawasan industri Bontang di Kalimantan Timur (Kaltim). Kawasan tersebut nantinya akan dikembangkan untuk industri gasifikasi batu bara. "Dengan didukung area seluas 265,6 hektare, saat ini sedang dibangun industri jasa minyak dan gas di kawasan tersebut,” paparnya.

Menperin berkeinginan agar industri asal Jepang yang ada di Indonesia dapat memperkuat rantai pasokannya, sehingga akan membantu mengatasi masalah kebutuhan bahan baku di dalam negeri. "Untuk itu, diharapkan adanya peningkatan investasi dari industri-industri tersebut," lanjutnya.

Sekadar informasi, hingga saat ini dalam kurun waktu enam (6) tahun, total investasi Jepang di Indonesia mencapai US$ 19,7 miliar. Jumlah perusahaan Jepang di Indonesia saat ini telah mencapai lebih dari 1.750 perusahaan, dalam kegiatan usahanya dibidang manufaktur, infrastruktur, dan jasa.

Pada 2016 tercatat, nilai investasi Jepang di Indonesia sebesar US$ 5,4 miliar atau naik 86% dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebesar US$ 2,9 miliar. 

"Beberapa industri Jepang yang cukup aktif berinvestasi di Indonesia antara lain sektor otomotif, logam, mesin dan elektronika," tandasnya.  (RG) 

Tags : News
Terakhir disunting : Jul 11, 2017


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top