Lakukan Sekuritisasi Aset, PLN Terangi Bumi Nusantara

Author : Franki Dibuat : Jun 13, 2017

Lakukan Sekuritisasi Aset, PLN Terangi Bumi Nusantara
Listrik Indonesia | Demi membangun infrastruktur ketenagalistrikan di seluruh wilayah Indonesia, PT PLN (Persero) telah merencanakan untuk melakukan sekuritisasi aset-aset miliknya. Pasalnya, penyediaan tenaga lisrik yang mumpuni sangat penting dalam mendukung tumbuhnya dan sebagai penggerak roda perkonomian negara.
 
Direktur Keuangan PT PLN Sarwono Sudarto mengungkapkan, pahaknya telah mempredisikan jaminan pasokan listrik yang memadai, sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian melalui industri-industri baik besar maupun kecil.
 
PLN sendiri, saat ini dalam membangun proyek ketenagalistrikan memperoleh pendanaan dari beberapa pinjaman bank, obligasi, penerusan pinjaman atau Subsidiary Loan Agreement (SLA), dan pinjaman dengan export credit agency (ECA).
 
Selain itu, Kendala Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) Perbankan dan sumber-sumber pendanaan nasional, Perseroan mencari alternatif pendanaan lainnya.
 
Salah satu alternatif pendanaan tersebut adalah dengan mentransformasi aset finansial menjadi efek yang disekuritisasi. “Model-model pendanaan yang sudah ada memiliki keterbatasan, sehingga PLN perlu memperluas sumber pendanaan. Salah satu alternatif model pendanaan lain adalah melakukan sekuritisasi aset atau Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA),” ungkap Sarwono di Jakarta, (12/07).
 
Menurutnya, rencana sekuritisasi atau EBA yang dilakukan PLN dengan cara menkonversi pendapatan di masa depan menjadi surat berharga untuk mendapatkan cash di awal. “Yang dijadikan dasar sekuritisasi adalah future cash flow dari pendapatan PT Indonesia Power, anak perusahaan PLN di bidang pembangkitan listrik,” paparnya.
 
Aset yang disekuritisasi, lanjutnya merupakan aset keuangan, yaitu piutang yang akan diterima PT Indonesia Power atas perjanjian jual beli listrik dengan PLN yang dihasilkan oleh salah satu pembangkit PT Indonesia Power, Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya.
 
Lebih jauh Sarwono mengatakan, tidak ada aset tetap PLN yang dijual dalam sekuritisasi aset tersebut. “Aset pembangkit masih menjadi milik Indonesia Power dan tetap dicatat di buku konsolidasi PLN sebagai induk perusahaan. Dengan kata lain tidak terjadi perpindahan aset tetap,” tegasnya.
 
Sementara itu, terkait dengan kepemilikan saham, dengan sekuritisasi aset ini tidak ada pengalihan saham ataupun privatisasi.
 
“Pemerintah tetap sebagai pemilik saham PLN seratus persen. Dan PLN pun tetap sebagai pemilik saham Indonesia Power,” tandasnya.  (GR)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top