Lampu Pijar Bisa Bikin Tagihan Listrik Bengkak

Author : Franki Dibuat : Oct 23, 2016

Lampu Pijar Bisa Bikin Tagihan Listrik Bengkak
Listrik Indonesia | Listrik merupakan sumber vital kehidupan setelah sandang, pangan, dan papan. Pasalnya, listrik sekarang ini menjadi hal utama bagi kehidupan sehari-hari, tanpa adanya aliran listrik tidak dapat dibayangkan bagaimana menjalani kehidupan, terlebih lagi pada masyarakat yang tinggal di perkotaan.
 
Biaya listrik yang mahal sebenarnya bisa ditekan, dengan metode hemat yang dijalankan. Seperti, mengganti semua lampu dirumah dengan lampu LED (lighting emitting diode), matikan alat elektronik seperti TV jika tidak ditonton, dan mengatur suhu AC jangan terlalu rendah.
 
Bohlam LED merupakan pencahayaan paling hemat energi yang ada saat ini, mengonsumsi lebih sedikit energi dibandingkan bohlam pada umumnya dan tahan hingga 25.000 jam, atau lebih dari 1000 hari. Meskipun, harganya relatif lebih mahal dibandingkan dengan bohlam pijar.

Berikut beberapa tips dalam memilih bohlam yang tepat untuk menerangi dan mendukung aktivitas di rumah sekaligus membantu meringankan tagihan listrik Anda.

Pertama, warna cahaya bohlam LED diukur dengan satuan Kelvin (K). Jika Anda menyukai sinar yang lebih kekuningan, pilih bohlam berukuran 2700K. Untuk yang gemar dengan cahaya putih, Anda dapat menggunakan bohlam berukuran 4000K dan 5000K jika ingin lebih putih. Untuk mengukur tingkat kecahayaan maupun konsumsi daya, terdapat istilah Watt dan lumen.

Lumen adalah satuan untuk mengukur tingkat kecerahan cahaya, sedangkan Watt adalah satuan untuk mengukur konsumsi daya. Bila dibandingkan, tingkat kecerahan cahaya bohlam 6.3 W sama dengan bohlam pijar 35 W.

Salah satu bohlam LED, seperti yang dikeluarkan IKEA, menggunakan satuan lumen (lm) untuk mengukur tingkat kecerahan cahaya. Bohlam 400 lm hanya menggunakan energi 6.3W. Itulah mengapa bohlam LED 6.3 W sama seperti bohlam pijar 35 W.

Tak kalah penting, dalam memilih bohlam lampu LED perlu menentukan jenisnya, yaitu bohlam bening dan opal – yang juga dikenal dengan istilah bohlam warna susu. Bohlam bening lebih disarankan untuk lampu dan kap yang didesain untuk menciptakan pola bayangan di dinding. Sedangkan bohlam opal digunakan untuk mendapatkan cahaya tersebar merata ke seluruh ruangan.

Bohlam LED juga hadir dalam beberapa bentuk dan ukuran. Bohlam berbentuk chandelier menyebarkan cahaya seperti lilin dan sangat cocok dijadikan lampu dekoratif. Sementara bohlam reflektor dapat digunakan uuntuk kegiatan yang memerlukan cahaya terarah, seperti membaca, sedangkan cahaya bohlam berbentuk A sama seperti bohlam pijar.

Tips lain yang perlu diperhatikan dalam membeli bohlam LED adalah Colour Rendering Index (CRI) yang dapat menunjukkan kemampuan bohlam untuk menampilkan warna sesungguhnya. Mulai dari nol hingga maksimal 100 – yang dapat menunjukkan cahaya alami. Sebagian besar bohlam LED IKEA memiliki nilai CRI 87.

Kiranya Anda dapat memilih bohlam LED sesuai dengan kebutuhan dan dapat mendukung aktivitas mereka sehari-hari, tetap terang namun tidak terlalu membebani rekening listrik. (RG/F)

Terakhir disunting : Oct 23, 2016


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top