LEN Merambah Bisnis EBT

Author : Franki Dibuat : Sep 3, 2018

LEN Merambah Bisnis EBT
Listrik Indonesia | Pesatnya perkembangan energi baru terbarukan salah satunya pemanfaatan surya atap sebagai alternatif penghasil listrik yang efisien dan ramah lingkungan, hal tersebut di manfaatkan PT Len Industri (Persero) untuk mengembangkan bisnisnya di sektor ketenagalistrikan.

Selain berbisnis di ketenagalistrikan, Len Industri juga menggarap ranah bisnis pertahanan, transportasi, informasi komunikasi dan navigasi. Surya atap untuk masyarakat tentu menjadi salah satu inovasi yang dikembangkan oleh Len Industri, tentu pengaruhnya untuk tingkat efisiensi penggunaan listrik. Karena itu, perusahaan membuat brand yang dinamakan “Len Solar” sebagai sistem yang mengatur penggunaan surya atap.

Ganda Yudha Asparaini, General Manager PT Len Industri menerangkan, Len Industri telah mengembangkan teknologi panel surya sejak 1997, dan merupakan salah satu produsen panel surya terbesar di Indonesia. Sejauh ini, hingga tahun 2017 Len Industri telah membangun PLTS sekitar 35 MWp. Produk panel suryanya, tak hanya digunakan pada pembangkit listrik saja, namun juga untuk daya penerangan jalan, dan surya atap (rooftop) untuk rumah. Sebagai sumber energi alternatif untuk dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

“Industri panel surya kedepan sangat menjanjikan, Selain modul surya Len telah mengembangkan perangkat elektronik lain yang mendukung sistem PLTS dan perangkat itu adalah hasil karya anak bangsa,” ucap Ganda kepada Listrik Indonesia.

Diketahui, Len Industri telah membangun IPP PLTS Kupang 5 MWp yang merupakan IPP PLTS pertama di Indonesia. PLTS Kupang yang berdiri di atas lahan 7,5 hektare dan memiliki kandungan lokal lebih dari 69% dengan satu modul menghasilkan listrik sekitar 230 watt. PLTS Kupang dengan kontrak selama 20 tahun untuk didistribusikan memenuhi kebutuhan energi listrik masyarakat Kupang.

“Hal ini sangat signifikan untuk menghemat biaya pokok penyediaan (BPP) listrik di daerah tersebut, dibandingkan menggunakan pembangkit bermesin diesel (PLTD) yang berbahan bakar minyak,” pungkasnya. (GC)

Tags : Teknologi


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top