Libur Lebaran, Pasokan Tenaga Listrik Aman

Author : Franki Dibuat : Jun 16, 2017

Libur Lebaran, Pasokan Tenaga Listrik Aman
Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Direktur Utama PLN Sofyan Basir dan para Direktur Regional PLN. (Foto: Dok PLN)
Listrik Indonesia | Dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah pada 2017, Pemerintah dalam hal ini PT PLN (Persero) memastikan jaminan pasokan tenaga listrik, terutama sistem Jawa – Bali dalam kondisi normal.
 
Pasalnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, menyambangi Pusat Pengaturan Beban Jawa Bali (P2B JB) Gandul, Depok, Jawa Barat, guna memastikan ketersediaan pasokan listrik jelang libur Hari Raya Idul Fitri aman.
 
Kunjungan diawali dengan meninjau control room, di mana seluruh data terkait sistem kelistrikan Jawa-Bali ditampilkan dalam satu layar besar. Pengawasan dan pengaturan beban kelistrikan dilakukan di ruangan tersebut, termasuk mengetahui status pembangkit dan transmisi.
 
“Kondisi pasokan tenaga listrik pada sistem Jawa-Bali sampai dengan minggu kedua Juni 2017 berada pada kondisi normal. Daya mampu sistem tersebut berada pada angka 26.033 Megawatt (MW) dan beban puncak sebesar 24.168 MW, sehingga terdapat cadangan sebesar 1.865 MW, atau berada pada kondisi normal,” ujar Jonan saat berkunjung ke P2B JB Gandul, Depok, seperti yang diberitakan, (16/06).
 
Melalui kunjungan kerja ini, Menteri Jonan memberikan apresiasi kepada tim dari PLN yang tetap bekerja menjaga pasokan listrik aman. “Melalui kunjungan kerja ini saya ingin memastikan langsung kondisi di lapangan dan memberi apresiasi kepada rekan-rekan dari PT PLN, P2B JB yang tetap bekerja di hari libur untuk menjaga pasokan listrik, khususnya di Pulau Jawa, Bali, dan Madura tetap dalam kondisi normal,” papar Jonan.
 
Selain menjamin keamanan pasokan, Jonan juga menugasi PLN untuk memantau pola konsumsi listrik selama periode mudik lebaran.
 
“Ini saya mau PLN untuk memperhatikan, karena peta pergerakan masyarakat untuk melaksanakan hajatan besar ini kadang-kadang tiap tahun berubah. Kalau pun tidak naik, pergeseran pasti ada,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, dirinya telah memperkirakan, pemakaian listrik untuk wilayah Jawa-Bali di momen Lebaran bisa berkurang hingga 40 persen dibanding pemakaian listrik di hari kerja biasa.

Meski begitu, PLN akan menyiapkan satuan tugas distribusi yang tersebar di seluruh wilayah. Hal ini untuk menjamin pasokan listrik dan antisipasi gangguan jaringan selama Ramadhan hingga lebaran nanti.

"PLN telah menetapkan masa siaga Lebaran dari tanggal 18 Juni sampai 2 juli 2017 dengan membentuk Posko Lebaran yang beroperasi 24 jam. Meski kebutuhan pasokan listrik saat Lebaran menurun, kehandalan sistem harus dijaga," ungkap Sofyan.

Lebih jauh ia mengatakan, pada saat Lebaran nanti, daya mampu netto pembangkit sistem Jawa Bali adalah sebesar 33.480 MW jumlah ini cukup untuk melayani beban puncak lebaran yang diperkirakan mencapai 16.560 MW. (RG)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top