Listrik Alami dari Teknologi Piezoelectric

Author : Franki Dibuat : Aug 3, 2016

Listrik Alami dari Teknologi Piezoelectric
Listrik Indonesia | Dunia energi tengah disibukkan menggali potensi energi terbarukan yang bersumber dari udara, air, surya, hingga nabati. Saat ini, tengah didalami material piezoelektrik, yang ternyata mampu menghasilkan listrik dari gerakan manusia. Bagaimana saranya?

Tubuh manusia diakui menghasilkan berbagai macam bentuk energi; kinetik, panas, listrik, dan potensial. Namun dalam dialog di sebuah program TV DNews, Trace dan Kim Horcher berbicara tentang kemungkinan manusia mampu memanen berbagai macam bentuk energi yang terkandung di dalam tubuh.

Mereka membahas hasil peneliti dari Departemen Energi Amerika Serikat awal 2016, yang mengumumkan penemuan pita nano elektronik yang fleksibel.

Lalu apa keunggulan pita ini? Pita nano ini ternyata mampu untuk mengeluarkan sekaligus menyimpan energi listrik yang berada dalam tubuh manusia.

Pita nano ini terbuat dari kombinasi antara material keramik piezoelektrik dan zirkonat titanat (PZT). Piezoelektrik atau Piezo berasal dari bahasa Yunani yang berarti dorongan atau pemerasan.

Kata Piezein sendiri berarti kemampu­an sebuah material untuk menghasilkan arus listrik akibat sebuah dorongan atau tekanan. Bahan Piezoelektrik sendiri sebe­narnya sudah ditemukan kali pertama di tahun 1880-an oleh Jacques dan Pierre Curie.

Dalam pemanfaatannya, pita nano menggunakan baterai yang sangat kecil (millimeter-scale battery) dan sebuah flexible base. Lalu bagaimana cara kerjanya?

Caranya cukup sederhana, yaitu mengaplikasikan ke bagian tubuh yang mengan­dung dorongan konstan, misalnya jantung.
Setiap detik jantung akan berdetak; di sini kita mendapati sebuah dentuman atau gaya konstan berulang dari otot jantung. Nah, gaya konstan dari otot jantung inilah yang akan memicu arus listrik dari material Piezoelektrik ini.

Tubuh manusia dapat diibaratkan sebagai sebuah pemanas konstan pada temperatur kurang lebih 37 derajat celcius (temperatur rata-rata normal tubuh manusia).

Menurut Ieee.org, sebuah situs yang membahas tentang perkembangan sains, pernah menulis penemuan sebuah alat pemanen energi listrik dari panas tubuh manusia. Bahkan alat ini dapat dipasang di balik kemeja.

Arus listrik yang dapat dipanen memang tergolong kecil, yaitu antara 0,5 hingga 5 watt. Ini menjadi bukti bahwa betapa energi panas dalam manusia dapat dikonversi menjadi energi listrik.

Penggunaan material Piezoelektrik yang telah diwujudkan menghasilkan energi listrik adalah seperti yang telah dilakukan Jepang di stasiun kereta api listrik Shibuya, oleh perusahaan East Japan Railway Company (JR East).

Teknologi Piezoelektrik ini menjadi energi alternatif sistem ticketing, display keberangkatan, dan lampu penerangan.

Penemuan ini terus dikembangkan oleh perusahaan kereta api Jepang sektor Timur, JR East dan membangun kerja sama dengan para peneliti Universitas Keio Jepang. Riset yang mereka lakukan pun akhirnya diimplementasikan pada stasiun kereta api yang ramah lingkungan, Stasiun Shibuya.

Mereka memanfaatkan lalu lalang para penumpang di stasiun tersebut, untuk menghadirkan pembangkit listrik dari tenaga manusia. Konsep tersebut didasari oleh teknologi Piezoelektrik, di mana perangkat Piezoelektrik ini merupakan lempengan keramik yang diletakkan pada lantai di gerbang tiket, juga area lain di Stasiun Tokyo yang ramai oleh orang yang berlalu-lalang. Sehingga, menghasilkan energi listrik saat diinjak.

Menurut riset, teknologi Pizeoelektrik mampu menyalakan dua buah lampu yang bermuatan sekitar 60 watt dalam satu kali pijakan. Selain itu pijakan kaki manusia yang kuat bisa mengubah tekanan menjadi tegangan listrik antara 1-3,5 Volt.

Sedangkan pada saat percobaan di stasiun Shibuya, teknologi Piezoelektrik ini mampu mensuplai listrik 1400 kW, pada kondisi normal traffic, yang dapat menyediakan energi listrik untuk semua display di stasiun tersebut.

Uniknya, teknologi Piezoelektrik ini tidak terbatas pada langkah manusia saja tetapi juga dengan tenaga mekanik lainnya seperti rel kereta api, landasan pesawat terbang dan jalan raya.

Setiap energi yang dihasilkan oleh pie­zoelektrik ini tergantung pada perubahan temperatur, gerakan, massa suatu kendara­an, dan juga getaran yang dihasilkan. (FR/AD)

Tags : Teknologi


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top