
PLN merencanakan pilot project smart grid di Jakarta, Batam, dan Bangka. Hal tersebut diungkapkan Sekertaris Tim Smart Grid PLN dalam diskusi panel yang digelar dalam acara Business for Environment Summit.
Investasinya dinilai lebih kecil dari pengembangan mikrohidro. Pilot project tersebut direncanakan akan menggunakan teknologi yang sudah mapan.
"Teknologi yang sudah ada akan kita manfaatkan semaksimal mungkin. Kita akan pelajari dan asses, jadi enggak asal teknologi baru kita terapkan," katanya.
Penerapan smart grid dalam skala luas masih merupakan proses jangka panjang. Bahkan di negara maju seperti kawasan Eropa, teknologi ini masih relatif baru. Sementara di negara Asia seperti Korea, umumnya yang dilakukan masih pilot project. Ia mengatakan, PLN takkan langsung melompat.
"Visibilitasnya mesti dipelajari dulu. Karena smart grid ini terkait dengan masalah investasi. Kalau kita terapkan, dampaknya seperti apa?. Kalau akan menguntungkan kita akan jadikan crass program," paparnya.
Saat ini, Untuk menerapkan smart grid, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Dalam hal pengaturan beban listrik misalnya, Suroso mengatakan, "Itu kan partisipasinya masih volunteer. Kita nggak bisa mengutak-atik beban Anda kalau tidak memiliki kesepakatan."
Dengan memiliki kesepakatan, maka PLN bisa melakukan langkah tertentu. "Misalnya kita matikan socket ke mesin cuci sehingga pada jam-jam tertentu mesin cuci tidak bisa digunakan. Lalu ada beberapa langkah lain lagi yang kita bisa lakukan," urai Suroso.
Menurutnya, pada salah satu elemen smart grid yakni mengupayakan listrik dari pembangkit kecil berbasis energi terbarukan, swasta bisa ikut berperan mendorong penerapan smart grid. "Misalnya yang berbasis angin, solar, mikrohidro. Pada prinsipnya jaringan PLN terbuka untuk itu," katanya.
Saat ini, langkah seperti mengambil listrik yang diproduksi oleh pembangkit mikrohidro sudah dilakukan di beberapa wilayah, misalnya Jawa Barat dan Banjarnegara. Namun, jumlahnya masih kecil karena berasal dari pembangkit yang kapasitasnya di bawah 10 MW.
Smart grid merupakan integrasi teknologi cerdas dalam jaringan listrik, baik pembangkit, distribusi maupun pada tingkat konsumen. Teknologi yang diterapkan bisa meliputi komunikasi dan kontrol, misalnya smart meter dan load control atau pengaturan beban
Proyek PLTA Nusa Penida
Senada dengan PLN ,Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah melakukan kajian menerapkan konsep smart grip di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Angin Nusa Penida, Bali. Proyek yang dikelola Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bekerjasama dengan PT PLN tersebut, selama ini tidak berfungsi dengan baik.
“Tahun lalu kami diminta bantuan ESDM untuk melakukan kajian proyek tersebut,” ujar Arya Rezavidi, MEE, Ph.D, Direktur Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi bidang Konversi dan Konservasi Energi saat ditemui di ruang kerjanya di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Angin di Nusa Penida, Bali, papar Arya, selama ini dioperasionalkan dipadu dengan tenaga diesel sebagai cadangan sumber energi.
“Namun, suplai sumber angin yang tidak konsisten, mengakibatkan mesin diesel seringkali on/off. Akibatnya menjadi rusak,” paparnya.
Kajian yang dilakukan BPPT, diantaranya menerapkan konsep smart grid, dan sumber tenaga angin hanya akan dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin air untuk menyalurkan listrik malam hari.
Smart grid, yaitu konsep yang memadukan beberapa jenis pembangkit. Sistem ini akan mengontrol keseimbangan antara listrik dan beban. Jika, beban rendah, maka sumber listrik akan disuplai dari pembangkit berbiaya mahal, namun sebaliknya jika beban cenderung tinggi akan dialihkan ke pembangkit listrik berbiaya murah.
Mikro grid
BPPT juga akan mengusulkan konsep mikro grid, yaitu metode mendekatkan pembangkit listri dengan sumber beban. Sumber energi pembangkit dapat menggunakan sumber yang ada di wilayah setempat.
”Sistem ini bisa menciptakan cluster-cluster pembangkit, sehingga lebih mudah antisipasi memperbaiki ataupun merawatnya. Jika terjadi gangguan, maka tidak akan terjadi pemadaman yang meluas. Bandingkan dengan sistem interkoneksi yang diterapkan PLN untuk Jawa-Bali. Jika, terjadi gangguan, biasanya diikuti pemadaman serentak, dan meluas hingga beberapa wilayah,” ujar Arya.
Dia menambahkan, mikrogrid bisa diterapkan di daerah-daerah perumahan, sedangkan untuk industri tetap menggunakan pembangkit besar.

Kebijakan mengenai subsidi bahan bakar minyak segera diumumkan peme-rintah. Pemerintah juga membuka opsi pencabutan subsidi BBM bagi orang mampu. Pasalnya, selama ini, 70 % lebih BBM subsidi dinikmati oleh orang yang mampu atau dengan kata lain tidak tepa
Copyright © 2010 www.listrikindonesia.com - All rights reserved. Power by fisip.net
Berikan komentar anda