Listrik Kerakyatan Solusi Permasalahan Sampah di Bali

Author : Franki Dibuat : Dec 11, 2017

Listrik Kerakyatan Solusi Permasalahan Sampah di Bali
Listrik Indonesia, Klungkung | Sekolah Tinggi Teknik PLN bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Klungkung, Bali, telah sepakat untuk melakukan pengelolaan sampah untuk dijadikan listrik. Dengan teknologi yang diciptakan oleh STT PLN, sampah bisa dijadikan listrik (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah /PLTSa) yakni Listrik Kerakyatan (LK).

Pasalnya, selama ini keberadaan sampah menjadi permasalahan yang sangat krusial. Dengan dilakukannya penerapan pembangkit listrik tenaga sampah (LK) oleh STT PLN ini, sebenarnya untuk menjawab sekaligus merealisasikan program kelistrikan yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo yakni proyek 35.000 Megawatt (MW), guna melistriki daerah dan wilayah di Tanah Air.

Menurut Supriadi, Listrik Kerakyatan ini sebenarnya solusi atas program 35 ribu MW. Dengan bangun satu pembangkit berkapasitas 1.000 MW, tapi hanya ada di satu tempat. Sama halnya dengan bangun LK sebesar 1.000 MW, kita dapat membangun di berbagai lokasi tanpa harus menggunakan jaringan transmisi, sebab listrik yang dihasilkan dari Listrik Kerakyatan dapat langsung di distribusikan kepada masyarakat sekitar.

Ia menambahkan, solusi untuk keberadaan sampah sebenarnya yakni dengan LK, di mana sampah tersebut dapat di jadikan bricket sampah agar dapat digunakan sebagai bahan energi, entah dijadikan sebagai bahan untuk masak, maupun dijadikan bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga sampah (Listrik Kerakyatan).

Pada (Selasa, 12 Desember 2017), Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta bersama Ketua STT PLN Supriadi Legino, dan Direktur Utama Indonesia Power, Sripeni Inten Cahyani, dijadwalkan akan melakukan peresmian secara langsung Listrik Kerakyatan ini.

Lokasi Listrik Kerakyatan tersebut berada di Kabupaten Klungkung, Bali. LK sendiri menjadi pionir yang di terapkan hasil kerjasama antara STT PLN dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Bali.

Sebagaimana diketahui, Listrik Kerakyatan merupakan hasil riset dan teknologi yang dikemukakan oleh STT PLN, untuk menjawab (solusi) terhadap keberadaan sampah. Di mana sampah tersebut dapat dijadikan bricket sampah agar dapat digunakan sebagai bahan energi, dapat dijadikan sebagai bahan bakar untuk masak, maupun untuk pembangkit listrik tenaga sampah (Listrik Kerakyatan). (RG)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top