Lurah Pondok Kelapa Ingin Sampahnya Dimanfaatkan di Wilayahnya

Author : Franki Dibuat : Apr 18, 2018

Lurah Pondok Kelapa Ingin Sampahnya Dimanfaatkan di Wilayahnya
Siska Leonita, Lurah Pondok Kelapa, Jakarta Timur. (Foto: Ari Miradi/Listrik Indonesia)
Listrik Indonesia | Kelurahan Pondok Kelapa tertarik untuk menggunakan IPI-AWS (Advance Waste Conversion System) yakni mesin konversi limbah jadi energi. Uniknya mesin IPI-AWS ini akan mengubah limbah/sampah menjadi energi bersih (fluida panas, dan energi listrik).

Mesin ciptaan PT Indopower International (IPI) ini telah dioperasikan lebih dari 30 unit di Negeri Sakura. AWS prinsipnya yakni mengubah masalah pencemaran lingkungan menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi lingkungan.

Lurah Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Siska Leonita mengungkapkan, pihaknya tertarik dengan mesin sampah buatan IPI ini. Sebab, sampah yang ada dapat termanfaatkan dan tidak sampai keluar wilayah Pondok Kelapa.

"Kita tertarik di Kelurahan Pondok Kelapa adanya alat pengolahan sampah (IPI-AWS) seperti ini. Kita ingin mengaplikasikannya di wilayah kita," ungkap Siska kepada listrikindonesia.com saat berkunjung ke workshop IPI, Jakarta (18/04).

Menurutnya, yang namanya sampah itu selalu menjadi permasalahan di setiap daerah, baik dari pengangkutan rumah tangga sampai ke TPS (Tempat Penampungan Sampah Sementara) dan selanjutnya akan di angkut ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Bantar Gebang.

"Di sini kita mencoba melayani masyarakat dengan teknologi untuk masalah sampahnya menggunakan alat seperti ini. Kami dan LMK (Lembaga Musyawarah Kelurahan) Kelurahan Pondok Kelapa akan menangani masalah persampahannya menggunakan teknologi ini," terangnya.

Pada prinsipnya, Lanjut Lurah Pondok Kelapa, Pihaknya ingin sampah yang ada di wilayah Kelurahan Pondok Kelapa tidak sampai keluar dari wilayahnya, namun sebaliknya dapat dimanfaatkan di wilayah tersebut.

"Semoga saja dengan hadirnya alat seperti ini Kelurahan Pondok Kelapa menjadi contoh untuk Kelurahan-Kelurahan lainnya," ungkapnya.

Ia mengatakan, volume sampah yang ada di wilayah Pondok Kelapa sendiri saat ini sekitar dua ton per hari, yang didominasi oleh sampah rumah tangga dan diangkut ke luar wilayah Pondok Kelapa dengan truk sebanyak delapan kali.

"Itu hanya sampah rumah tangga, sedangkan untuk sampah dedaunan tidak terangkut," jelasnya. Dikatakan oleh Siska, pada dasarnya wilayah Pondok Kelapa masih hijau dan banyak pepohonan.

"Kadang kami kesulitan untuk membuang sampah pohon ke mana, karena TPS sendiri tidak menerima sampah itu," katanya.

Pihaknya sangat tertarik untuk mengaplikasikan mesin IPI-AWS di wilayah Kelurahan Pondok Kelapa. Selain itu juga, pihaknya tengah menggandeng CSR (Corporate Social Responsibility) dari pihak ketiga, dan mereka juga sudah tertarik.

Untuk sampah dedaunan dan pohon, ia mengungkapkan, cukup lama pengangkatannya, karena truk -truk sampah yang ada di TPS hanya untuk sampah rumah tangga.

"Kami mempunyai 85 petugas PPSU yang bekerjanya menghasilkan sampah juga. Jadi, selain dari sampah rumah tangga, kami juga mempunyai sampah dari PPSU," bebernya.

Lebih jauh Siska mengungkapkan, saat ini pihaknya mempunyai 8 TPS, dan mungkin di wilayah Pondok Kelapa akan diaplikasikan mesin ini hanya di tiga TPS. Selebihnya, akan dibuat menjadi daerah hijau kembali.

Ia menambahkan, permasalahan di TPS-pun juga beragam, karena di tempat sampah juga banyak yang berkepentingan seperti para pemulung.

Pihaknya sangat berharap agar mesin ini bisa segera diaplikasikan di wilayahnya, agar jawaban terhadap sampah selama ini dapat teratasi dan sekaligus menjadi percontohan bagi wilayah lainnya. (RG/fr)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top