Making Geothermal the Energy of Today

Author : Franki Dibuat : May 15, 2019

Making Geothermal the Energy of Today
Listrik Indonesia | Indonesia sebagai peserta Paris Agreement, yang berkomitmen memprioritaskan penurunan emisi karbon, terus aktif meningkatkan kontribusi energi terbarukan (EBT) dengan mencanangkan target bauran energi nasional.

Sejalan dengan hal tersebut, Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) meresmikan acara “Indonesia Internasional Geothermal Convention & Exhibition 7th (IIGCE) 2019, di Double Tree Hotel Cikini, Jakarta, pada Selasa (14/5), yang akan digelar pada 13-15 Agustus, di Jakarta Convention Center.

Ketua Pelaksana The 7th IIGCE 2019, Paul E Mustakim, mengatakan tema “Making Geothermal the Energy of Today” memiliki relevansi dengan isu global saat ini untuk mempromosikan energi terbarukan, khususnya energi panas bumi. “Komitmen dan keikutsertaan Indonesia dalam Paris Agreement, agenda penurunan emisi karbon menjadi salah satu prioritas,” kata Paul.

Komitmen Indonesia dalam meningkatkan kontribusi energi terbarukan direfleksikan dalam target bauran energi nasional. “Energi panas bumi menjadi penting karena potensinya yang cukup melimpah dan dapat diandalkan sebagai base-load, selain keuntungan dari sifat bersih dan terbarukan,” tegas dia.

Sementara itu, Ketua Umum API, Prijandaru Effendi, menyatakan saat ini Indonesia merupakan negara berpotensi besar untuk mengembangkan sumber daya energi panas bumi dengan pemanfaatan total kapasitas terpasang sejumlah 1948,5 MW (Mega Watt). “Indonesia menduduki peringkat kedua setelah Amerika Serikat sebagai produsen energi panas bumi terbesar. API secara positif mendukung upaya-upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi Indonesia, khususnya dari sumber energi terbarukan panas bumi,” ucap Prijandaru.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal EBTKE, FX Sutijastoto, mengatakan Kebijakan Energi Nasional yang menargetkan penggunaan Energi Baru Terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025. “Untuk mencapai target tersebut, panas bumi merupakan sub sektor yang diharapkan menjadi salah satu kontributor utama,” kata Sutijastoto.

Oleh sebab itu, dia menambahkan, Pemerintah senantiasa memberikan dukungan bagi pengembangan panas bumi dengan dengan terus mendorong terciptanya perbaikan iklim investasi melalui penyederhanaan regulasi, perbaikan pelayanan, penyederhanaan perizinan, pemberian insentif, dan sebagainya.

“Kementerian ESDM melalui Ditjen EBTKE terus menjalin komunikasi dengan para pemangku kepentingan, kementerian lembaga terkait, pemerintah daerah, terutama API yang selama ini telah menjadi partner penting dalam pengembangan energi panas bumi,” tutup Sutijastoto. (TS/Fr)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top