Mencari Solusi Penurunan Harga Gas Industri

Author : @MLI_Franki Dibuat : Feb 19, 2020

Mencari Solusi Penurunan Harga Gas Industri
Foto: R Akmal/Listrik Indonesia
Listrik Indonesia - Jakarta | Pemerintah mendorong agar harga gas untuk industri bisa turun dengan harga yang ideal US$ 6/MMBTU. Dengan harga tersebut diharapkan akan menggerakan ekonomi nasional dengan mendorong daya saing industri nasional.

Menyikapi hal tersebut, Dewan Pakar Ikatan Alumni ITS menggelar diskusi bertajuk Mencari Harga Gas Optimal Untuk Kemajuan Bangsa di Ruang Pers, DPR RI Senayan (18/2). Tampil sebagai moderator Satya W.Yudha, Penasehat SKK Migas dan Dewan Juri Indonesia Best Electricity Award (IBEA). Sementara itu paparan disampaikan narasumber Gigih Prakoso, Dirut PGN, Ridwan Hisjam, angota komis 7 DPR, Yugie Prayugie Komite BPH Migas dan Ketua Asosiasi IPA,FIPGB,ASAKI, APGI dan AKLP.

Dalam pengantarnya Satya W,Yudha menjelaskan bahwa diskusi ini bertujuan mencari solusi terbaik untuk mencari harga ideal untuk gas agar dapat menggairahkan industri. Hal ini sejalan dengan PP no. 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional pasal 7, bahwa Sumber Energi dan/atau Sumber Daya Energi ditujukan untuk modal pembangunan guna sebesar-besar kemakmuran rakyat, dengan cara mengoptimalkan pemanfaatanya bagi pembangunan ekonomi nasional, penciptaan nilai tambah di dalam negeri dan penyerapan tenaga kerja.

Sebagaimana diketahui akibat harga gas yang tidak kompetitif banyak industri berhenti melakukan produksi, seperti pupuk, kaca dan keramik. Ketua ASAKI Edy Suyanto menyatakan, banyak industri keramik yang gulung tikar bahkan mengurangi produksinya, sehingga tidak bisa bersaing di  pasar keramik nasional. “Saat ini pasar keramik di Indonesia dikuasai oleh China, Vietnam dan India. Hal ini terjadi karena harga gas yang tinggi sehingga kita tidak mampu bersaing,” kata Edy Suyanto.

Sementara itu, Dirut PGN Gigih Prakoso menjelaskan bahwa PGN siap menyesuaikan harga gas industri untuk mendukung geliat industri nasional. 

Di tempat yang sama Komite BPH Migas Yugie Prayugie manambahkan BPH Migas akan mendorong penyesuaian harga gas sesuai yang diharapkan oleh pemerintah  bekerja sama dengan para perusahaan produsen gas.

Di akhir diskusi, Satya W. Yudha menegaskan pihaknya berharap pada bulan April nanti harga gas untuk industri akan turun sesuai dengan yang diharapkan. “Diskusi ini tidak cukup hanya sekali dilakukan, tetapi akan terus berlanjut pada sesi berikutnya. Semua masukan dari para pakar, pelaku industri, regulator dan asosiasi akan jadi catatan penting untuk disampaikan kepada pemerintah agar industri nasional kembali bergerak,” pungkas Satya W.Yudha. (DH)

Tags : News
Terakhir disunting : Feb 19, 2020


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top