Mendekatkan Pengembangan Energi Panas Bumi

Author : Franki Dibuat : Aug 7, 2019

Mendekatkan Pengembangan Energi Panas Bumi
Listrik Indonesia | Indonesia memiliki sumber geothermal yang sangat potensial. Bahkan di dunia, negara kita berada di posisi kedua setelah Amerika Serikat. Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) terus mendorong upaya positif pemerintah untuk memanfaatkan sumber energi terbaru­kan panas bumi.

 Ketua Umum API, Prijandaru Effendi, menyatakan saat ini Indonesia merupakan negara berpotensi besar untuk mengembangkan sumber daya energi panas bumi dengan pemanfaatan total kapasitas terpasang sejumlah 1948,5 MW.

“Indonesia menduduki peringkat kedua setelah Amerika Serikat sebagai produsen energi panas bumi terbesar. API secara positif mendukung upaya-upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi Indonesia, khususnya dari sumber energi terbarukan panas bumi,” ucap Prijandaru.

Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API), yang merupakan organisasi profesi tempat bergabungnya para pakar, peneliti, pemerhati, dan perusahaan, sebagai langkah nyata mendukung pemerintah dalam upaya memenuhi kebutuhan energi yang berasal dari sumber energi panas bumi.

Sementara,  Paul E Mustakim penggiat di API mengungkapkan, “Komitmen Indonesia dalam mening­katkan kontribusi energi terbarukan direfleksikan dalam target bauran energi nasional. Energi panas bumi menjadi penting karena potensinya yang cukup melimpah dan dapat diandalkan sebagi base-load, selain keuntungan dari sifat bersih dan terbarukan."

API akan menggelar acara tahunan IIGCE 2019, yang menjadi forum dan momen besar dalam mempertemukan lembaga pemerintah, pembuat kebijakan, pemangku kepenting­an, investor, perusahaan jasa, akademisi, dan pakar industri panas bumi.

“API merupakan mitra kerja pemerintah dalam memberikan masukan-masukan, kajian ilmiah, dan pemahaman dengan visi untuk mempercepat pengembangan emergi panas bumi di Indonesia. Oleh karena itu, hasil kegiatan IIGCE 2019 akan menjadi suatu bentuk laporan yang akan disampaikan kepada pemerintah sebagai masukan,” ujar Prijandaru. (Fr)



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top