MENJADI SURVIVE DI TEMPAT KERJA

Author : Administrator
MENJADI SURVIVE  DI TEMPAT KERJA

Bagi sebagian orang, survive di tempat kerja bukan perkara mudah. Apalagi bagi karyawan baru. Memahami budaya perusahaan dengan cepat, salah satu kuncinya.

Tahun baru, kerjaan baru. Tentu tekad ini boleh-boleh saja selagi Anda memenuhi persyaratan. Namun mendapat tempat kerja baru berarti Anda masuk ke dalam lingkungan yang baru. Pertanyaannya adalah apakah Anda bisa beradaptasi dengan lingkungan baru itu? Berapa lama waktu dibutuhkan? Atau jangan-jangan Anda sulit menyesuaikan diri seperti sebelum-sebelumnya.

'Adaptasi', kata itu ternyata begitu ajaib dan kelak menentukan seberapa besar seorang karyawan bisa bertahan (survive) di tempat kerjanya. Bagi mereka sudah lama melanglang buana di dunia kerja mungkin tidaklah sulit beradaptasi dengan tempat baru, ketika mereka pindah tempat kerja misalnya. Tapi buat mereka yang baru masuk ke dunia kerja, adaptasi bukan hal yang mudah.

Keberhasilan dalam beradaptasi menentukan keberhasilan karier seseorang. Kita mungkin sering melihat dan mendengar beberapa orang yang sering berpindah-pindah kerja dengan alasan tidak betah, teman kerja kurang enak, atau tekanan dalam lingkungan kerja terlalu keras.
Ini padahal merupakan masalah adaptasi yang kurang di tempat kerja. Sebenarnya di setiap lingkungan kerja di mana pun itu, pastilah akan ditemui dan berhadapan dengan banyak orang dengan berbagai karakter. Selain itu pasti juga akan ditemukan berbagai peraturan kantor, yang bisa saja berbeda dengan kantor lama.

Di tempat kerja manapun, pasti ditemui teman kantor yang enak diajak bertukar pikiran dan merasa cocok dengan kita. Tapi banyak pula ditemui mereka yang jauh cocok dengan karakter kita. Begitu juga dengan peraturan ada yang bisa dijalani dan sesuai dengan kemampuan, tapi ada pula yang mungkin sudah tidak sesuai lagi.

Namun yang harus diingat, peraturan tentu tetap peraturan. Dan itu tergantung pada 'penguasa' di lingkungan tersebut. Tugas karyawan hanya satu yaitu menyesuaikan diri dengan peraturan yang ada.
Bagi mereka yang baru masuk ke lingkungan kerja, adaptasi bukan hal mudah. Padahal sebenarnya meskipun para bos di perusahaan baru paham bahwa karyawan baru butuh waktu untuk beradaptasi, tapi bukan berarti bahwa mereka tidak melakukan penilaian sejak awal.

Adaptasi memang salah satunya dipengaruhi oleh sifat bawaan seseorang. Ada orang yang bisa bergaul dengan siapapun dalam waktu reltaif singkat,tapi di lain sisi ada juga orang yang sangat sulit memulai percakapan dengan orang lain. Contoh paling sederhana adalah kehidupan di gedung asrama.

Jika seorang pelajar tinggal sekamar dengan pelajar lainnya, dan mampu menghindari perkelahian atau perdebatan hebat, itu bertanda si pelajar akan lebih mudah mencari pekerjaan pertamanya dan lebih survive di dunia profesional. Karena di tempat kerja, duduk di sebuah kubik bersebelahan dengan kubik pegawai lain bisa berkesan canggung dan bahkan menegangkan. Maka dari itu, banyak ahli menyarankan untuk menanamkan pendidikan etika dan tata krama profesional sejak masa kuliah.

Bagi mereka yang baru masuk ke dunia kerja, memang banyak hal yang perlu dipelajari. Mulai dari mengingat nama teman-teman sekantor sampai kebijakan-kebijakan perusahaan. Faktanya, menurut survei yang dilakukan oleh para manajer perekrutan pada Robert Half International, ada dua kesalahan utama yang kerap dijumpai pada karyawan baru. Yakni, kegagalan untuk menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan dan keengganan untuk bertanya.

Biasanya, di minggu pertama bekerja, karyawan akan dihadapkan dengan berbagai tantangan dan diharapkan untuk mengatasinya dengan cepat. Tantangan yang dihadapi bisa saja standar operasional yang jauh berbeda, software yang baru, watak rekan kerja, atasan yang tidak komunikatif dan berbagai sistem lainnya.

Selain itu tuntutan tugas yang baru bisa saja menjadi tekanan tersendiri pada seseorang bila dirasakan berlebihan. Makin banyak kesalingketergantungan antara tugas seorang dengan tugas orang lain, makin potensial stres juga makin tinggi.

Dukungan sosial juga merupakan hal penting bagi karyawan untuk beradaptasi. Kurangnya dukungan sosial dari rekan-rekan dan hubungan antarpribadi yang buruk berpotensi menimbulkan stres yang cukup besar, terutama di antara para karyawan dengan kebutuhan sosial yang tinggi.

Bagaimana dengan pimpinan? Sedikit banyak pemimpin berpengaruh terhadap tingkat adaptasi seseorang. Pemimpin yang cenderung otoriter akan mempersulit karyawan untuk cepat beradaptasi di lingkungan barunya terutama karena ada perasaan takut. Tetapi pemimpin dengan karakter yang friendly akan membuat mereka lebih nyaman dan cepat beradaptasi.

Kemampuan beradaptasi memang sangat penting. Kegagalan beradaptasi ditahap awal bisa saja menjadikan semangat yang tadinya menggebu-gebu ingin mencoba pekerjaan baru menciut menghadapi tantangan yang tampaknya terlalu banyak. Tentu tidak boleh demikian. Tantangan seperti ini harus ditaklukkan.

Bersahabat dengan Ling­kungan Baru
Ada beberapa hal yang harus dilakukan di lingkungan baru, sehingga seseorang tidak perlu setiap setahun sekali pindah karena merasa tidak betah. Satu, menghargai budaya perusahaan. Ini hal yang wajib dilakukan. Setiap tempat kerja tentu memiliki budaya yang berbeda-beda. Dan itu harus diikuti.
Salah satunya adalah peraturan. Sebebas-bebasnya suatu lingkungan, pastilah ada aturannya.

Peraturan ini mutlak diperlukan agar kehidupan dalam lingkungan tersebut berjalan teratur. Oleh karena itu, sebagai karyawan baru, ikuti saja peraturan yang ada di lingkungan baru tersebut. Baik peraturan yang sifatnya tertulis, maupun peraturan tidak tertulis tapi bersifat mengikat.

Mungkin pada awalnya sulit tapi bukan berarti tidak bisa diikuti. Contohnya aturan pakaian yang harus dikenakan. Jangan coba-coba melanggar peraturan dengan alasan masih baru. Pemimpin yang berpengalaman akan tahu pasti mana kesalahan yang sengaja atau hanya sekadar dibuat-buat.
Dua, berusaha bergaul dan terbuka. Buat yang masih baru, bantuan dan belajar dari para senior di kantor tentu sangat perlu. Walaupun mungkin pekerjaan sudah sesuai dengan disiplin ilmu di kampus, bukan berarti Anda bisa. Janganlah menutup diri. Terimalah kritikan orang lain.

Tiga, mari belajar. Bila merasa masih baru, coba pelajari terlebih dahulu tugas-tugas apa saja yang semestinya dikerjakan. Teliti dan pilih mana tugas yang harus diprioritaskan. Bila mengalami kesulitan, bisa menanyakannya kepada atasan. Jangan lupa untuk melihat prosedur kerja terlebih dahulu setelah itu evaluasi hasil pekerjaan apakah sudah sesuai dengan target yang diinginkan atau belum?

Empat, miliki rasa ingin tahu yang besar. Ini akan membuat bersemangat dalam bekerja. Bila dari awal saja sudah tidak memiliki rasa ingin tahu terhadap bidang pekerjaan, bukan tidak mungkin akan ada perasaan malas untuk mengerjakan apa pun.
Lima, jangan malu bertanya. Apalagi bila pekerjaan yang didapatkan tidak sesuai sama sekali dengan disiplin ilmu yang dipelajari di bangku kuliah. Rajinlah bertanya bila ada sesuatu yang sekiranya tidak jelas.

Enam, jangan lupa minta penilaian. Biasanya evaluasi resmi akan dilakukan oleh perusahaan setelah masa percobaan. Namun, sebaiknya, cobalah minta penilaian terhadap apa yang sudah dikerjakan, sehingga meningkatkan kualitas kerja.
Selain itu yang tidak kalah penting adalah mencoba mempelajari gaya-gaya berkomunikasi dan meluangkan waktu untuk bersosialisasi dan siap untuk hal-hal yang mendesak.

Misalnya, ada bos yang lebih suka di-email, ada juga yang lebih mengutamakan komunikasi lewat telepon. Pelajari perbedaan-perbedaan seperti itu. Jangan khawatir jika Anda mereka belum begitu mantap dengan posisi Anda.

Memang perlu waktu untuk merasa percaya diri dan 'secure' terhadap pekerjaan namun langkah-langkah proatif untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja, dan memberikan kontribusi yang positif, akan merupakan jalan yang benar untuk menjadi anggota tim yang bernilai.

Selain itu berpikir positiflah. Jangan cepat berburuk sangka jika rekan kerja tidak terlihat ramah saat kita bertanya, atau atasan yang tidak memberikan briefing yang jelas tentang tugas tertentu. Pasti ada penjelasan terhadap hal tersebut.

Bersikaplah positif dengan mengingat hal-hal baik dari pekerjaan seperti kesempatan untuk belajar hal baru, memperluas network atau penghasilan yang lebih. Percayalah bahwa pikiran positif membantu proses transisi Anda dengan membuat Anda semangat menghadapi tantangan di tempat baru.

Bagi karyawan baru, jangan pula takut gagal.Kegagalan telah menghalangi begitu banyak orang sehingga mereka mundur sebelum mencoba.
Selain adaptasi, salah satu kunci sukses berkarier yang lain adalah terus memotivasi diri dan memupuk kepercayaan pada diri. Bagaimanapun bentuk pekerjaan yang ditugaskan, motivasi diri dan percaya pada kemampuan diri sendiri akan sangat menunjang sukses atau tidaknya pekerjaan tersebut. selamat berkarya!



5 voters

4 Komentar

Loading

Berikan komentar anda

Nama
Email
Website
Komentar
 
Masukkan kode diatas