Menperin Tawarkan Gas dari Masela ke Investor Asal Negeri Gingseng

Author : Franki Dibuat : Jul 11, 2017

Menperin Tawarkan Gas dari Masela ke Investor Asal Negeri Gingseng
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (Foto: Ryan Galuh)
Listrik Indonesia | Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah melakukan penawaran kepada perusahaan asal Korea Selatan (Korsel), untuk membangun industri petrokimia demi menyerap gas pipa dari Blok Masela.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menyebutkan, kedua perusahaan asal Negeri Ginseng tersebut yakni Lotte Chemical Corporation dan LG Chemical. "Penawaran itu dibuat karena kedua perusahaan itu serius ingin melanjutkan investasi di sektor petrokimia, baik dari sisi hulu maupun hilir," ujarnya usai halal bil halal di Kantor Kementerian Perindustrian Jakarta, seperti yang dituliskan, Selasa (11/07).

Kepada perusahaan asal negeri gingseng, Ia mengatakan, Blok Masela memiliki cadangan gas yang cukup dan cocok untuk dibangun industri petrokimia.

"Kepada Lotte, kami membahas pengembangan di Masela, tapi masih butuh data-data yang diperlukan. Sementara itu, LG Chemical ditawarkan gas Masela karena mereka minat untuk petrokimia," ungkapnya.

Meski begitu, kedua perusahaan tersebut belum setuju. Pasalnya kedua perusahaan tersebut telah memiliki fokus pengembangan pada industri kimianya masing-masing di Indonesia.

Sekadar informasi, LG Chemical, masih fokus untuk mengembangkan industri petrokimia yang akan dibangun di kawasan industri Teluk Bintuni, dan dalam beberapa waktu mendatang, LG Chemical akan mengajukan proposal untuk bergabung dengan kosorsium pengelola kompleks pengelola Bintuni, yakni PT Pupuk Indonesia (Persero) dan Ferrostaal GmbH.

Akan tetapi, jika proyek tersebut tidak terlaksana, Pemerintah baru akan menawarkan LG Chemical untuk membangun proyek di Masela.

Sementara itu, Lotte Chemical juga tengah berfokus pada proyek petrokimia berbasis ethylene di Cilegon, Banten dengan nilai investasi US$3,5 miliar. 

Saat ini Lotte sendiri, masih melakukan pembebasan lahan seluas 100 hektar di kompleks industri Krakatau Steel. Selain itu, Lotte masih fokus untuk menambah jetty (dermaga khusus) untuk menurunkan dan mengangkut barang. (RG)
 

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top