Menteri ESDM dan DPR Kaji Penyederhanaan Golongan Pelanggan Listrik

Author : Franki Dibuat : Dec 7, 2017

Menteri ESDM dan DPR Kaji Penyederhanaan Golongan Pelanggan Listrik
Listrik Indonesia | Rapat kerja Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Wakilnya Arcandra Tahar beserta anggota Komisi VII DPR, membahas rencana program penyederhanaan golongan pelanggan listrik.

Menurut Jonan, terkait penyederhanaan golongan pelanggan ini, adalah aksi korporasi PT PLN (Persero) agar pelanggan rumah tangga dapat menikmati tambahan kapasitas listrik sebesar 35.000 MW. Mengenai golongan pelanggan listrik ini, PLN mengusulkan bahwa apabila ada penyesuaian sehingga masyarakat, terutama rumah tangga, dapat menikmati pembangunan tambahan kapasitas listrik sebesar 35.000 MW yang akan diselesaikan pada tahun 2024 atau 2025.

“Di dalam pemahaman bahwa tambahan 35.000 MW ini tidak hanya diberikan atau diprioritaskan kepada industri maupun kepada badan usaha saja atau kegiatan bisnis, namun juga diprioritaskan kepada masyarakat, terutama yang belum ada pelayanan listriknya,”ucap Jonan Menteri ESDM.

Lanjutnya, PLN juga mengusulkan tidak ada penambahan biaya untuk tambah daya ini, tarif pun tidak akan ada perubahan dan abonemen tetap mengikuti tarif golongan 1.300 VA. Selain itu, Jonan menekankan bahwa program ini bersifat sukarela. jadi tidak serta merta atau tidak dipaksa untuk naik. Kebijakan ini, belum dijalankan dan masih dalam tahap kajian serta mendengarkan pendapat masyarakat. Program ini rencananya akan dilaksanakan setelah masyarakat siap untuk menerimanya.

Pemerintah, secara keseluruhan, memberi arahan kepada PLN untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Jonan juga telah menyampaikan kepada PLN agar ide untuk tambah daya gratis ini dilakukan ketika akses listrik telah merata di seluruh Indonesia.

"Ini belum dijalankan, masih market survey, masih bertanya kepada masyarakat setuju atau tidak, dan juga melaporkan kepada Bapak dan Ibu (Komisi VII DPR RI), dan ini tidak berlaku bagi pelanggan daya listrik pelanggan yang masih bersubsidi, yakni pelanggan 450 VA dan 900 VA yang masih disubsidi, jumlahnya kira-kira 30 juta pelanggan," tandas Jonan.

Sambungnya mengatakan,  "Saya sudah katakan kepada PLN, peningkatan daya ini tidak bisa berjalan sampai pemerataan elektrifikasi itu mencapai 99,9 persen. Yang kedua, listrik tarifnya harus tetap terjangkau, yang kita kejar sebenarnya adalah bagaimana tarif listrik ini tidak naik, paling kurang itu, kalau bisa turun," tutur Jonan.

Hal yang sama disampaikan oleh Pimpinan Rapat, Gus Irawan Pasaribu, ia mengungkapkan, rencana kebijakan ini adalah konsep yang bagus dan dirinya pun memberikan apresiasi. Dengan penyederhanaan golongan ini juga sesederhana terhadap instalasi di rumah masing-masing, apakah pemerintah dalam hal ini PLN menjamin terhadap perubahan peningkatan daya terhadap instalasi yang terpasang di masing-masing rumah tangga.

Saya ingin bahwa preferensi yang saya miliki ini juga terjawab oleh Pemerintah, sehingga betul-betul bahwa penyederhanaan golongan ini menjadi suatu konsepsi yang baik terhadap sistem kelistrikan di Indonesia," ujar Gus Irawan.

Di akhir Rapat Kerja, Kementerian ESDM  bersama Komisi VII DPR RI sepakat untuk melakukan kajian menyeluruh dan sosialisasi terkait rencana kebijakan penyederhanaan tarif listrik dan tambah daya listrik gratis.  (GC)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top