Menteri ESDM Pantau Kesiapan Listrik PLN Jelang Pilpres

Author : Franki Dibuat : Apr 12, 2019

Menteri ESDM Pantau Kesiapan Listrik PLN Jelang Pilpres
Listrik Indonesia - Depok | Menteri ESDM didampingi Dirjen Gatrik dan Jajaran Direksi PLN melakukan kunjungan kerja dalam rangka memantau kesiapan pasokan listrik dan kesiagaan PLN menjelang Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif Tahun 2019. Kunjungan kerja dilaksanakan di PLN Pusat Pengaturan Beban (P2B) Jawa Bali di Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat, Jumat (12/4).

Dalam kunjungan tersebut diketahui beban kondisi pasokan tenaga listrik selama periode Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif (H-7 s.d. H+7) untuk Sistem Kelistrikan Jawa-Bali berada pada kondisi pasokan listrik aman.

Pada tanggal 17 April 2019, beban listrik diproyeksikan mengalami penurunan menjadi sebesar 15.571 MW untuk beban puncak siang hari dan sebesar 22.895 MW untuk beban puncak malam hari atau mengalami penurunan sekitar 12% - 29%.

"Semua telah disiapkan oleh PLN dengan baik, sekarang saran saya yang pertama tinggal implementasi dicek detailnya, terutama untuk tgl 17, karena tanggal tersebutkan dilaksanakan di seluruh nusantara, dan TPS nya kalau tidak salah banyak sekali mungkin ratusan ribu. Jadi tolong ada monitoring sampai ke unit rayon PLN masing-masing".

Jonan menambahkan, sebelum tanggal 17 PLN baiknya bicara lagi dengan KPU untuk final cek agar ada masukan dari KPU khususnya untuk daerah-daerah yg terpencil dan remote yang mungkin komunikasinya tidak mudah.

"Intinya semuanya sudah oke tinggal lakukan final cek agar kita bisa hindari gangguan-gangguan kelistrikan selama proses pesta demokrasi ini," imbuh Jonan.

Beberapa upaya yang dilakukan PLN P2B Jawa Bali dalam menyiapkan dan menyiagakan pemenuhan pasokan listrik menjelang pemilu antara lain:

1. Menetapkan Siaga Pemilu Presiden dan legislatif Tahun 2019 tanggal 17 Maret s.d 24 April 2019.
2. Menyiapkan SOP Khusus Sistem Tenaga Listrik Jawa Bali periode Pemilu Presiden dan legislatif Tahun 2019.
3. Menyiapkan Kecukupan pasokan daya dan cadangan sistem.
4. Menyiapkan Pembangkit dan transmisi agar andal dengan mengatur jadwal pemeliharan pembangkit dan transmisi diluar masa siaga Pemilu pilpres.
5. Melakukan Piket Siaga dan Pelaporan Kondisi Sistem Jawa Bali.
6. Meningkatkan kesiagaan, menjaga Keandalan dan Kualitas Pasokan Listrik pada semua Tempat Pemungutan Suara (TPS).
7. Tidak melakukan pekerjaan/pemeliharaan yang dapat mengganggu pasokan listrik kecuali pekerjaan perbaikan yang disebabkan gangguan.
8. Meningkatkan koordinasi operasi antara Unit Pembangkit, Penyaluran dan Distribusi
9. Meningkatkan koordinasi dengan aparat terkait untuk menjaga keamanan instalasi;
10. Apabila terjadi gangguan yang mengakibatkan kondisi defisit daya, akan diusahakan agar dampak sosial ke masyarakat minimum.
11. Untuk sistem kelistrikan dengan status siaga akan diupayakan dengan Captive Power.

"Kami upayakan semaksimal mungkin persiapan dan langkah antisipatif dalam menyambut pesta demokrasi, kami juga telah menetapkan siaga Pemilu yakni tanggal 17 Maret - 24 April 2019 yang berlaku diseluruh Indonesia, hal ini dilakukan untuk mempermudah pememantauan kondisi sistem kelistrikan terutama di objek-objek vital pemilu seperti KPU dan KPUD" pungkas Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah, Amir Rosidin. (DH/RA)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top