Mesin Konversi Sampah IPI Diborong Universitas Semarang

Author : @MLI_Franki Dibuat : Dec 5, 2019

Listrik Indonesia | Mesin konversi sampah menjadi listrik (Auto Waste System/AWS) buatan PT Indopower International (IPI) mendapat pesanan dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebanyak 2 unit mesin.

IPI AWS 50 kembali terjual di dalam negeri. Sejak dua tahun lalu di-launching, mesin konversi listrik semakin diminati begitu pula dengan penyempurnaan desainnya. Permintaan tidak hanya dari dalam dan luar negeri. Bahkan saking banyaknya permintaan AWS dari negara lain, perusahaan berencana membangun pabrik di Nepal.

Kini permintaan untuk dalam negeri datang dari UNNES. UNNES memesan sebanyak 2 unit mesin AWS 50. Hal ini disampaikan Chief Executive Officer PT Indopower International, Harun Al Rosyid saat tes komisioning oleh pihak UNNES.

"AWS 50 sudah beberapa kali terjual, saat ini permintaan ekspor terbanyak. Untuk pemesanan dari UNNES adalah kali ketujuh yang terjual untuk dalam negeri. Setelah penandatanganan jual beli, secepatnya kita kirim mesin ini ke UNNES," ujarnya di sela-sela tes comissioning, Kamis, (5/12).

Harun mengungkapkan, untuk saat ini juga sedang berlangsung pemesanan dan penjajakan dari berbagai daerah seperti DKI Jakarta tinggal tunggu tandatangan kontrak dan Banyumas.

Ada empat jenis IPI AWS 50 yaitu General Waste Pro, IP Mobile, Hospital Waste Pro, dan Dryer for Coal & Agricultural.

Pada kesempatan yang sama user atau kontraktor dari PT Putra Patra Utama, Hatta selaku perwakilan UNNES menyampaikan, UNNES memilih AWS 50 lantaran ingin mengurangi sampah yang ada di kampus, sekaligus mendapatkan manfaatnya yaitu dapat diubahnya sampah menjadi listrik.

"UNNES kan kampus yang Go Green jadi meminimalisasi sampah menjadi manfaat. Mesin ini juga mendukung program itu, ternyata benar asap yang dikeluarkan tidak kebul, cuma diawal start doang ngebulnya," terangnya.

Pihaknya memilih produk buatan IPI ini, lantaran sudah terbukti kualitasnya karena sudah banyak digunakan di mana saja, bahkan di ekspor.

"Kita juga mendukung produk anak bangsa, kalau sudah diekspor artinya produk ini dapat dipercaya kualitasnya," tambah Hata.

Pihaknya juga akan mengenalkan mesin ini ke instansi-instansi khususnya yang ada di Semarang, Jawa Tengah. Sebagai informasi PT Putra Patra Utama adalah kontraktor di bidang oil and gas. Saat ini sedang melakukan pengembangan lini bisnis ke sektor ketenagalistrikan khususnya Renewable Energy. (CR)

Tags : News
Terakhir disunting : Dec 5, 2019


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top