Meski 'Sumur Tua' Tapi Produksi Tidak Menurun

Author : Franki Dibuat : Mar 13, 2017

Meski 'Sumur Tua' Tapi Produksi Tidak Menurun
Listrik Indonesia, Kalimantan Timur I Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan kunjungan kerja di Blok Mahakam, Kalimantan Timur (Kaltim). Setelah itu Menteri ESDM Igasius Jonan melanjutkan kunjungan dengan melakukan peninjauan ke Terminal Senipah.
 
Menteri Jonan mengatakan, Terminal Senipah merupakan daerah operasi khusus pengolahan minyak dan gas yang dimiliki oleh Total E&P Indonesia (TEPI). Di wilayah tersebut terdapat tiga fasilitas proses utama yakni, Terminal Processing Area (TPA), Condensate Stabilization Unit (CSU), dan Terminal Loading Area (TLA).
 
Jonan memulai kunjungannya dengan melakukan peninjauan ke ruang pemantauan (control room) untuk mengetahui alur kerja dan proses mulai dari produksi hingga pengapalan. Ia menilai lingkungan dan iklim kerja di TEPI bagus, demikian juga dengan semangat kerja para pegawai.
 
“Saya lihat kalau kultur keselamatan bagus. Yang kedua, semangat kerja juga bagus, sangat disiplin,” kata Jonan saat Kunjungan Kerja ke Blok Mahakam akhir pekan lalu di Kaltim, dikutip dari situs resmi Dirjenmigas, Senin (13/03).
 
Ia mengingatkan kembali, produksi migas Blok Mahakam harus tetap dijaga walaupun umur lapangan sudah tidak muda lagi.
 
“Untuk produktivitas, banyak sumur (yang dikelola) TEPI, walaupun sudah lama, ada yang 40 tahun, dari 1974, yaitu Lapangan Bekapai. Tetap dijaga. Dipertahankan kapasitas produksinya agar tetap baik,” lanjutnya.
 
Ia menambahkan, pemerintah akan membuat aturan, agar kapasitas produksi lapangan yang sudah berumur tua tersebut tidak menurun. “Kalau Pemerintah inginnya produksi naik terus. Walaupun banyak fasilitas yang sudah mulai tua. Untuk transisi, harus tidak ada gangguan di produksi dan kegiatan terkait. Nanti pemerintah akan bikin peraturan segera supaya kapasitas produksinya tidak turun,” bebernya.
 
Sementara itu, terkait kelanjutan Total sebagai operator di Blok Mahakam pasca 2017, Jonan mengungkapkan, hal tersebut dilakukan untuk mempertahankan kapasitas produksi. Total dipersilahkan untuk mendiskusikan hal ini dengan Pertamina dan SKK Migas.
 
“Saya sudah bilang dengan Total, silahkan bicara dengan Pertamina dan SKK Migas. Pertamina bisa menawarkan share down 39% saham maksimum, itu boleh karena 10% sahamnya ke pemerintah daerah. Pertamina harus mayoritas,” ungkap Jonan.
 
Sekadar Informasi, Blok yang dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) TEPI dan Inpex Corporation ini akan berakhir kontraknya pada 31 Desember 2017. Saat ini Blok Mahakam dalam tahap transisi pengelolaan dari kontraktor eksisting kepada kontraktor baru yaitu PT Pertamina Hulu Mahakam. (RG)

Tags : News
Terakhir disunting : Mar 13, 2017


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top