MLI Dukung Perkembangan Kelistrikan Indonesia 

Author : Franki Dibuat : May 16, 2017

MLI Dukung Perkembangan Kelistrikan Indonesia 
Foto: Galuh Firdaus
Listrik Indonesia | Pemerintah dalam hal ini PT PLN (Persero), banyak menemui tantangan dalam merealisasikan proyek ketenagalistrikan 35 ribu Megawatt (MW). Salah satu tantangan PLN kedepan adalah bagaimana membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang andal, ekonomis dan berkesinambungan, tentunya hal ini sudah sangat jelas tertuang dalam program pembangunannya proyek 35 ribu MW.

Redaktur Majalah Listrik Indonesia (MLI) Deddy Hassan mengungkapkan, dalam mengembangkan sistem ketenagalistrikan di Indonesia perlu adanya dukungan dari semua stakeholder, terlebih lagi hal tersebut dilakukan guna menyejahterakan masyarakat Indonesia.

"Sebagai insan media, Kami berupaya memberikan informasi yang sangat jelas kepada pembaca, agar program pemerintah dapat berjalan dengan cepat dan sesuai dengan target yang di tetapkan," ungkap Deddy dalam Diskusi Publik Kelistrikan 2017 yang diselenggarakan oleh STT PLN Jakarta, (15/05).

Ia mengatakan, sudah sekitar 72 tahun PLN berdiri, hanya sekitar 51 ribu MW kapasitas daya terpasang Indonesia, tentunya hal ini masih membuat sebagian daerah di Indonesia masih devisit daya. Akan tetapi Pemerintah selalu berusaha merealisasikan program tersebut dengan mengembangkan pembangkit yang difokuskan di pelosok-pelosok.

"Terlebih lagi dalam merealisasikan pengembangan tersebut sejalan dengan asumsi pertumbuhannya ekonomi di angka 5%. Meski demikian, PLN terus berupaya meningkatkan kapasitas daya terpasang kelistrikan Indonesia hingga 2020 sekitar 95 ribu MW.

Sebagai media, Listrik Indonesia berupaya mengkritisi program yang dijalankan pemerintah apabila banyak menghadapi hambatan, keluhan dalam merealisasikan program tersebut. Meskipun banyak hambatan, rintangan maupun keluhan dalam program tersebut, PLN tetap berupaya memenuhi kebutuhan kelistrikan masyarakat Indonesia.

Dari sisi konten media, Deddy menjelaskan, majalah Listrik Indonesia secara khusus membahas tentang program 35 ribu MW. "Tiga edisi terakhir kami membahas secara komprehensif proyek kelistrikan 35.000 MW."

Selain itu, ia mengatakan, secara khusus MLI mengkritisi tentang dua tahun progres 35.000 MW. "Berguna agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana progres sistem kelistrikan di Indonesia dalam dua tahun setelah dicanangkan oleh Presiden Jokowi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Deddy mengungkapkan, sebagai insan media MLI mempunyai peran edukasi untuk masyarakat, dalam hal ini bagaimana masyarakat dapat memahami keberlanjutan program 35 ribu MW. "Nantinya masyarakat dapat mengetahui secara jelas tentang apa yang terjadi di dalam mega proyek tersebut," tandasnya. (RG)



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top