Naik 12%, Harga Batu Bara Sentuh Level Tertinggi

Author : Franki Dibuat : Jun 6, 2016

Naik 12%, Harga Batu Bara Sentuh Level Tertinggi
Listrik Indonesia | Performa harga batu bara selama tujuh bulan ini kian membaik. Data harga batu bara kontrak pengiriman Juni 2016 di ICE Futures Exchange menunjukkan peningkatan 0,84% dibanding sehari sebelumnya. Pencapaian tersebut adalah level tertinggi sejak September 2015. Sepanjang tahun 2016, batu bara tumbuh 12,03%.

Menurut pakar energi dari Universitas Indonesia, Prof. Iwa Garniwa, bahwa prediksi tren harga batu bara tidak akan berbeda jauh dengan pola harga minyak bumi. "Kenaikan harga minyak bumi akan memengaruhi harga batu bara," ungkapnya.

Ia optimistis bahwa penurunan harga batu bara tidak selamanya akan terjadi, sekalipun negara raksasa pengonsumsi batu bara seperti China dan Amerika Serikat tengah dilanda krisis ekonomi, sehingga menurunkan permintaan batu bara.

Senada dengan Iwa, analis PT Central Capital Futures, Wahyu Tri Windows menjelaskan bahwa seperti halnya minyak, batu bara mengalami tekanan di awal tahun akibat perlambatan ekonomi yang berpotensi mengganggu permintaan dan kenaikan suku bunga The Fed. Batu bara tercatat mengalami harga terendah di US$ 44,5 per barel pada 25 Januari.

Kemudian harga batu bara perlahan rebound seiring dengan berbaliknya tren pergerakan harga komoditas dari bearish menjadi bullish. "Rebound harga batu bara juga disebabkan karena faktor teknikal yakni sudah oversold sejak awal tahun," jelas Wahyu.

Penguatan ini juga tak lain akibat kebijakan The Fed mengubah outlook kenaikan suku bunga dari empat kali menjadi dua kali tahun ini. Dampaknya dollar AS melemah dan berakibat bertambahnya kekuatan komoditas termasuk batubara. Tren kenaikan harga ini menurut Wahyu akan terus berlangsung sepanjang The Fed tidak menaikkan suku bunga.

Menurutnya, batu bara akan bertahan menguat jika harga kembali ke level rendah. Apalagi jika The Fed menunda kenaikan suku bunga setelah data tenaga kerja mengecewakan.

"Secara umum sentimen ini akan bagus untuk batubara karena dollar AS menjadi sulit menguat," tutup Wahyu. (GF)

Tags : Asosiasi


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top