Nur Pamudji: Sosialisasi Permen 49 Harus Lebih Gencar

Author : @MLI_Frankis Dibuat : Jan 23, 2020

Nur Pamudji: Sosialisasi Permen 49 Harus Lebih Gencar
Listrik Indonesia | Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Pengguna Listrik Surya Atap (PPLA), Nur Pamudji, mengatakan, sekarang ini belum banyak orang yang paham mengenai Peraturan  Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (Permen ESDM) tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap oleh Konsumen PT PLN (Persero).

Jadi,  perlu upaya khusus pemerintah untuk menyosialisasikannya secara lebih luas ke banyak kalangan. Bukan hanya kalangan yang selama ini berkecimpung di renewable energy seperti PLN dan rekanan PLN. Tetapi perlu juga lebih luas ke interest-interest group khusus. Diantaranya, industri real estate untuk berpartisipasi dalam rangka branding yang bisa membedakannya dengan perumahan lain. Juga ke kalangan perbankan untuk mengetahui payung hukung PLTS atap.

“Dengan adanya Permen ini, hal seperti itu dimungkinkan. Jakarta nanti bisa saja seperti di luar negeri. Dimana-mana bangunan ada panel surya, tapi untuk rumah atau bangunan baru bukan yang eksisting. Kan masih banyak mal-mal dan gedung-gedung yang akan dibangun. Jakarta ini masih tumbuh. Ini akan jadi nilai tambah bagi pemilik rumah. Rekening listrik akan menjadi lebih murah dengan adanya PLTS atap,” terang Nur Pamudji.

Itu baru dari sisi individu. Secara nasional, janji pemerintah untuk memperbesar renewable energy dalam energy mix nasional akan ditambah oleh masyarakat sendiri. Tanpa APBN, swadaya masyarakat, pengembang, pembeli rumah real estate. “Jadi itu akan menjadi hal yang sangat luar biasa,” imbuh Nur.

Di Asia Tenggara, yang sudah lebih dulu dari Indonesia adalah Thailand, Malaysia, dan Filipina. Kita dengan mereka secara ekonomi setara, secara rata-rata. Tapi mereka duluan. Yang saya khawatir, kita akan disalip Vietnam, dalam kaitan renewable energy. Di Vietnam, industri yang membutuhkan renewable energy boleh membeli langsung dari penyedia renewable energy. 

Di kita belum ada pengaturan atau regulasi yang seperti itu. Namun dengan adanya aturan ini, maka keterlibatan masyarakat termasuk industri akan dimungkinkan. Apalagi, ada perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam RE-100. Perusahaan-perusahaan level dunia itu, bersumpah untuk menggunakan 100% renewable energy dalam bisnisnya. (DA)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top