Olahraga Cegah Kanker Usus

Author : Administrator
Olahraga Cegah  Kanker Usus

KANKER kolorektal (usus besar) merupakan kanker terbesar keempat dunia dalam hal jumlah penderitanya. Berbeda dengan kondisi di negara-negara Barat, di Indonesia kanker kolorektal banyak menyerang orang di bawah 50 tahun.

Perilaku kanker kolorektal apa yang ditemukan di Indonesia dan dilaporkan di luar negeri terdapat perbedaan. Beberapa perilaku kenapa muncul kanker kolorektal biasanya dikaitkan dengan masalah usia," kata spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Murdi Abdullah.
Laporan dari negara maju menunjukkan bahwa hanya 3% pasien kanker kolorektal di bawah 50 tahun. Jadi, sebagian besar kanker kolorektal di luar negeri, terutama negara Eropa dan Amerika, timbul pada mereka yang berusia di atas 50 tahun.

"Rata-rata usia kolorektal di usia negara maju adalah 67 tahun. Di Indonesia, data hasil penelitian menunjukkan sebanyak 51% penderita kanker kolorektal berusia di bawah 50 tahun," kata Murdiani di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain itu, sebagian besar (85%) penderita kanker kolorektal di negara-negara Eropa dan Amerika adalah jenis herediter atau keturunan. Sementara itu, di Indonesia sebagian besar penderita kanker kolorektal usia muda adalah jenis sporadik. Sebenarnya apa penyebabnya? Murdani mengatakan, kanker kolokteral timbul karena banyak faktor. "Bisa karena faktor genetik, bisa juga karena faktor lingkungan," paparnya.

Faktor lingkungan yang memicu kanker kolokteral cukup banyak, di antaranya adalah diet rendah serat dan tinggi lemak bisa menyebabkan timbulnya kanker kolokteral.
"Namun data epidemilogis menunjukkan bahwa kegiatan fisik atau exercise jauh lebih berperan untuk mencegah kanker kolorektal," kata Murdani. Oleh karena itu, agar terhindar dari kanker tersebut, masyarakat dianjurkan untuk rajin berolahraga.

Faktor penyebab kanker kolorektal lainnya adalah inflamasi atau peradangan. Sementara itu, faktor jenis makanan yang dapat menimbulkan kanker kolorektal masih terus diteliti dan banyak menimbulkan perbedaan pendapat. Sejumlah pendapat mengatakan lemak dapat menimbulkan kanker. "Dulu orang sangat percaya banyak lemak dapat memudahkan timbulnya kanker. Selain itu, diet rendah serat juga mempermudah timbulnya kanker," katanya.

Tetapi beberapa studi, kalangan medis menunjukkan bahwa kadar lemak yang tinggi dan diet rendah serat tidak memicu timbulnya kanker. "Tidak mudah meneliti pengaruh makanan terhadap kanker. Untuk mengetahui dampak dari makanan itu, perlu penelitian lama," katanya.
Untuk mengetahui pengaruh diet rendah serat dan lemak, peneliti harus meneliti kelompok yang mengonsumsi makanan serat rendah dan kelompok lain yang mengonsumsi makanan berlemak tinggi. "Hasil penelitian itu baru diketahui setelah puluhan tahun," jelasnya.



0 voters

0 Komentar

Loading

Berikan komentar anda

Nama
Email
Website
Komentar
 
Masukkan kode diatas