Pacu Penggunaan Gas, KBR Indonesia: Lebih Efisien Ketimbang Energi Fosil

Author : Franki Dibuat : Jul 14, 2017

Pacu Penggunaan Gas, KBR Indonesia: Lebih Efisien Ketimbang Energi Fosil
Listrik Indonesia | Pemerintah saat ini tengah merencanakan pembangunan infrastruktur gas di sejumlah daerah di Indonesia, guna menyuplai gas ke berbagai tempat, mulai dari untuk rumah tangga hingga ke pembangkit listrik. Pasalnya, penggunaan gas untuk pembangkit listrik dinilai lebih efisien dibanding menggunakan batubara ataupun bahan bakar minyak. 

Presiden Director PT KBR Indonesia, Fuad Hasyim menyebut, pemerintah dalam hal ini PT PLN (Persero), berencana ingin membuat membuat HAP atau terminal gas sendiri untuk menyuplai ke pembangkitnya. Untuk itu, pihaknya saat ini berkesempatan untuk membangun infrastruktur tersebut.

"Kita sedang membantu visibility study-nya sama basic desain-nya. Caranya seperti  bagaimana agar lebih efisien, efektif, agar harga gasnya bisa lebih kompetitif dibanding harus membeli,"  katanya.

Pihaknya akan membuat terminal LNG terlebih dahulu, berkapasitas 90.000 meter kibik yang akan diangkut oleh tiga melalui kapal LNG berkapasitas 30.000 kubik. "Misalnya kita bikin terminal LNG nya dulu di Ambon, katakanlah 90.000 meter kubik LNG, setelah itu baru di distribusikan ke area sekitar Papua-Maluku (Indonesia timur). Ada tiga kapal (vessel) masing-maaaing berkapasitas 30.000 meter kubik," tambahnya.

"Visibilty study sudah 100% selesai, saat ini sedang mengerjakan feed-nya sekitar 30%. Rencana selesai bulan Oktober-November tahun ini. Tapi belum bisa beroperasi, itu baru desainnya, next stage detail engineering atau EPC yang akan masuk ke sana," sambung.

Dirinya berharap dapat benar-benar membantu Pemerintah, dalam mendapatkan desain yang ekonomis. Selain menghemat pengeluaran negara, menggunakan gas bisa lebih eco friendly ketimbang menggunakan batubara atau BBM.

Sementara dari sisi cost untuk pembuatan fasilitas pengolahannya  memakai gas lebih efisien, serta dapat meminalisirkan pengeluaran negara terhadap infrastruktur tersebut. (GF)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top