Peduli Korban Banjir Bima, BUMN Beri Bantuan Rp1,2 Miliar

Author : Franki Dibuat : Jan 5, 2017

Peduli Korban Banjir Bima, BUMN Beri Bantuan Rp1,2 Miliar
Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero), Machnizon Masri. (Foto: R Akmal)
Listrik Indonesia | Sinergi Badan Usaha Milil Negara (BUMN) kembali hadir membantu korban bencana banjir di Bima. PT PLN (Persero) sebagai Koordinator bantuan BUMN Hadir untuk Negeri diwakili oleh Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara, Machnizon Masri menyerahkan bantuan senilai Rp1,2 miliar kepada Walikota Bima M. Qurais H. Abidin untuk para korban bencana banjir Bima.

“Ini bentuk sinergi BUMN. Kami bersyukur banyak BUMN yang terlibat. Semoga bantuan yang terkumpul ini dapat bermanfaat bagi warga Bima yang terkena Banjir,” ujar Machnizon saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada walikota Bima, di Bima (4/1).

Walikota Bima menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BUMN yang telah membantu pemulihan bencana banjir Bima. "Atas nama warga Kota Bima saya ucapkan terima kasih. Bantuan ini sangat berguna untuk warga, karena dampak banjir cukup besar," kata Qurais.

Sebelumnya, PLN telah tiba sejak awal bencana terjadi untuk memulihkan fungsi kelistrikan di Bima, lalu disamping memulihkan kelistrikan di lokasi bencana, PLN melalui program PLN Peduli telah mendirikan posko bantuan yang terletak jalan Sultan Salahudin atau tepatnya di PLTD Ni'U. PLN Peduli juga memberikan bantuan untuk korban banjir Bima senilai 300 juta rupiah yang disebarkan ke beberapa titik lokasi banjir, pada Sabtu, 24 Desember 2016 lalu.

Kementerian BUMN pun menunjuk PLN sebagai koordinator bantuan dari seluruh BUMN melalui Surat Tanggap Bencana Banjir Bima yang dikeluarkan pada 23 Desember 2016.

Beberapa BUMN yang terlibat untuk memberikan bantuannya kepada korban banjir Bima diantaranya adalah Adhi Karya, Jasindo, Pertamina, Mandiri, Jamkrindo, BTN, BRI, BNI, Bukit Asam, Pelindo, Perumnas, ASDP, BKI, PMN, dan Askrindo. Adapun beberapa bantuan tersebut adalah berbentuk sandang, pangan, dan obat-obatan.

Semoga sinergi BUMN Hadir Untuk Negeri ini dapat menguatkan para petugas maupun seluruh korban banjir Bima untuk melewati bencana yang melanda.

Walikota Bima Apresiasi Kinerja PLN
Selain menyampaikan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. Walikota Bima juga memberikan apresiasi atas kerja PLN memulihkan kelistrikan pascabanjir.

"PLN sekarang sudah profesional. Pemulihan listrik pasca banjir luar biasa cepat, hitungan jam kemajuannya luar biasa," ujar Qurais. PLN menerjunkan 80 personil tambahan dari Sumbawa, Mataram, Bali, dan Surabaya untuk memulihkan kelistrikan Bima. Hasilnya, satu hari pascabanjir susulan pada (24 Desember 2016), PLN telah berhasil memasok daya sebesar 39 MW dari daya pasok normal sebesar 42 MW dan 181 dari 201 gardu telah mengalirkan listrik ke pelanggan. Bahkan, tiga hari pascabanjir (26 Desember 2016), PLN berhasil menormalkan sistem kelistrikan Bima.

Qurais juga mengatakan bahwa cepatnya pemulihan listrik membuat fasilitas publik dan aktivitas warga bisa kembali normal. "Situasi seperti ini listrik menjadi kebutuhan utama. Kalau bencana, listrik padam, mental masyarakat semakin jatuh. Syukur, berkat kerja keras PLN, listrik cepat menyala," tambah Qurais.

Meski sistem kelistrikan sudah normal, saat ini PLN masih memperbaiki kWh meter yang rusak dan kabel Sambungan Rumah (SR) yang terputus akibat banjir. Untuk informasi, Kabel SR adalah jaringan listrik yang menghubungkan antara Jaringan Tegangan Rendah (JTR) dengan rumah pelanggan. Untuk memperbaiki SR dan kWh meter yang rusak, PLN  melakukan pengecekan ke seluruh rumah pelanggan, khususnya yang masih padam.

Sampai saat ini, PLN telah memperbaiki 544 kWh meter, dari total 600 laporan pelanggan.  PLN memastikan ketersediaan kWh meter untuk menggantikan kWh meter yang rusak di seluruh kelurahan di Bima aman. Ketersediaan stok  kWh meter pascabayar berjumlah 860 unit dan prabayar mencapai 700 unit.

Pemulihan kelistrikan dengan menyambung jaringan untuk rumah tangga dan perbaikan kWh meter akan terus di upayakan semaksimal mungkin. Adapun proses penggantian kWh meter dan penyambungan SR dilakukan secara bertahap oleh PLN dengan mempertimbangkan keamanan instalasi rumah. (GF)



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top