Pembangkit Listrik Tenaga Limbah Karya Anak Bangsa, Go International

Author : Franki Dibuat : Sep 15, 2018

Pembangkit Listrik Tenaga Limbah Karya Anak Bangsa, Go International
Perwakilan dari India, Philipina, China, Singapura, Malaysia, Jepang, Nepal dan Belgia datang meninjau mesin pengolahan sampah IPI di Bekasi, Jawa Barat.
Listrik Indonesia | Advanced Waste Conversion System (AWS), mesin konversi limbah jadi energi buatan PT Indopower International (IPI) telah beroperasi di beberapa wilayah di Indonesia. Ternyata, produknya tersebut kini semakin diminati, bahkan hingga ke luar negeri.

Permasalahan sampah rumah tangga telah menjadi masalah global dimana setiap negara berupaya untuk mengurangi produksi sampahnya, berbagai cara ditempuh agar permasalahan sampah dapat teratasi. IPI pada 2017 berhasil menciptakan mesin konversi limbah untuk menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk kelistrikan maupun sistem pemanas.

Chief Executive Officer PT Indopower International (IPI), Harun Al Rosyid menjelaskan, ada dua jenis AWS yakni AWS IPI 50 dengan ukuran 4x3 meter, berat empat ton dan mampu mengolah satu ton sampah setiap jamnya dapat dioperasikan 24 jam. Lalu, AWS IPI 200 juga mampu beroperasi 24 jam nonstop, dengan ukuran 5x5 meter, berat 12 ton mampu mengolah sampah sebanyak 4 ton setiap jamnya.

Lanjutnya, ide AWS tentu datang dari permasalahan sampah di kota-kota besar. Semisal, Jakarta yang memproduksi sampah sebanyak tujuh ribu ton per hari, dengan menggunakan AWS dapat memangkas volume sampah sebesar 10-20 persen yang akan dibuang ke TPS. Keunggulan dari mesin AWS dapat menghasilkan energi listrik, energi panas untuk kebutuhan pabrik atau rumah tangga, bahkan menjadi pupuk kompos hasil pembakaran.

“Semua limbah bisa masuk, seperi kayu, plastik, dan ban. Karena itu AWS sangat tepat untuk mengurangi sampah dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Go International
Lanjut, Harun menjelaskan, mesin ini sudah dioperasikan di beberapa wilayah Indonesia. di Jakarta sudah ada beberapa kelurahan yang sudah mengopersikan AWS, begitu juga di Bekasi untuk kebutuhan listrik komplek perumahan dan pabrik. Karena itu, selain mengenalkan lewat media pemberitaan, pihaknya juga mensosialisasikan ke Pemerintah Daerah lainnya, seperti Pekanbaru dan Batam yang sudah tertarik untuk segera dapat mengoperasikan mesin tersebut.

“Tingkat komponen dalam negerinya mencapai 100%, inilah karya merah putih. AWS sudah terdengar hingga ke luar negeri dan kita sudah siapkan beberapa unit untuk diekspor,” jelas Harun.

Negara-negara yang tertarik pada produk IPI seperti India, Philipina, China, Singapura, Malaysia, Jepang, Nepal dan Belgia. Negara-negara tersebut sudah memesan beberapa unit pembangkit listrik tenaga limbah. Menurut Harun, pada dasarnya negara-negara tersebut membeli AWS dengan tujuan yang sama yakni mengurangi volume sampah di negarannya. Selain itu, melihat kualitas yang baik dengan harga termurah Rp 400 juta sudah dapat mengoperasikannya, untuk investor 2-3 tahun bisa balik modal. Baru-baru ini India dan Filipina melakukan kejasama dengan IPI, nantinya AWS bulan depan akan siap diekspor.

“India dan Filipina baru membeli satu unit, target kami 2018 bisa menjual 50 unit,” katanya.

Pengoperasiannya dapat dilakukan oleh pihak pembeli, tentunya IPI akan men-training terlebih dahulu yang akan jadi operatornya. Tak perlu khawatir menggunakan AWS karena minim polusi, asap yang dikeluarkan terlebih dahulu diolah dengan zat kimia untuk mentralisir terjadinya polusi. (GC)

Tags : News
Terakhir disunting : Sep 15, 2018


1 Komentar

Berikan komentar anda

Top