Pembangunan Kelistrikan 35.000 MW Jangan Sampai Terkendala Material

Author : Franki Dibuat : Sep 7, 2017

Pembangunan Kelistrikan 35.000 MW Jangan Sampai Terkendala Material
Listrik Indonesia | Pembangunan mega proyek kelistrikan 35.000 Megawatt (MW) untuk melistriki wilayah seluruh Indonesia bukalah perkara mudah. Pasalnya, pemerintah bersama-sama stakeholders maupun swasta saling bahu membahu merealisasikan program tersebut.

Seperti halnya PT Gunabangsa Teknik Industri (GTI), yang berupaya masuk kedalam pembangunan proyek ketenagalistrikan. Marketing Director PT Gunabangsa Teknik Industri, Purnomo Willy BS mengatakan, pihaknya berupaya merealisasikan pembangunan proyek kelistrikan 35.000 MW ini dengan mensupport Pemerintah pada jaringan distribusi.

Ia mengungkapkan, GTI sendiri merupakan Perusahaan Modal Asing (PMA) dari Korea, berdiri akhir tahun lalu (2016) dan mulai aktif pada Januari 2017. "Di-support teknologinya oleh tujuh teknologi dari Korea. Saat ini kami sedang set up pabrik, yang nantinya akan berlokasi di Cikarang, sedang proses SPM Litbang," ungkapnya kepada listrikindonesia.com di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (06/09).

Dirinya menambahkan, material bahan baku nantinya dikirim dari Korea, lalu akan di automasi di Cikarang, untuk memenuhi atau mensupport jaringan distribusi 20 kilo Volt (kV).

Terkait program pembangunan kelistrikan 35.000 Megawatt (MW), menurutnya, program setrum tersebut pastinya membutuhkan perluasan jaringan distribusi yang sangat panjang. Untuk itu pihaknya tengah membangun pabrik di Indonesia yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat (Jabar).

"Kami mempunyai program untuk membantu merealisasikan program 35.000 MW tersebut. Jika bicara 35.000 MW, itu adalah pembangkitnya. Sedangkan untuk jaringan transmisinya sekitar 46.000 kilometer sirkit (kms), lalu jaringan distribusinya akan terpasang hingga 2019 sekitar 120 ribu hingga 130 ribu kilometer (km). Tentunya hal tersebut membutuhkan material isolator yang cukup banyak dan kita akan support kesana. Bukan hanya isolator, kita juga support arester, pokoknya yang dibutuhkan untuk jaringan diatribusi," paparnya.

Selain itu, Purnomo mengatakan sebelumnya sudah terdapat sekitar empat sampai enam perusahaan yang telah bermain sektor kelistrikan untuk isolator, dirinya berkeyakinan hal ini tentunya untuk berkontribusi dalam pembangunan dunia kelistrikan.

"Dalam hal ini, kami melihat kebutuhan PT PLN (Persero) yang paling utama, maka dari itu kami men-support. Jangan sampai nanti pembangunan ketenagalistrikan terkendala tatkala suplai materialnya kurang, dan hal itu tentunya akan menyebabkan keterlambatan," ungkapnya.

Ia berharap, bila diperhatikan bahwa program pemerintah untuk melistriki semua wilayah di Indonesia tidaklah mudah. "Mungkin kita berpikir rasio elektrifikasi pada 2020 akan mencapai 100 persen, akan tetapi setelah itu bukan berarti pembangunan ketenagalistrikan akan berhenti di tahun itu, tetapi akan berlanjut, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi," imbuhnya.

"Kami berharap, ke depan dapat lebih mengembangkan produksi isolatornya, tidak hanya di sistem 20 kV melainkan akan mencapai ke 150 kV," tandasnya. (RG)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top