Pemerintah Dorong Penggunaan Gas untuk Tiga Sektor

Author : Franki Dibuat : Mar 14, 2017

Pemerintah Dorong Penggunaan Gas untuk Tiga Sektor
Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar. (Foto: R Akmal)
Listrik Indonesia | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana membuat aturan baru untuk mewajibkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memiliki dispenser gas di dalam area pengisian. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) dan beralih ke Bahan Bakar Gas (BBG).

Wakil Menteri ESDM, Archandra Tahar mengatakan, pemerintah akan mengambil langkah agar konsumsi gas bertambah. "Langkah yang ditempuh untuk memicu konsumsi BBM menjadi BBG. Namun, memang infrastruktur juga harus mendukung," ujar Arcandra, saat kampanyekan Bahan Bakar Gas di Monas, Jakarta Pusat, (14/03).

Ia mengungkapkan, langkah tersebut diambil karena tidak ditemukannya kadar bahaya gas bagi transportasi masyarakat. Selain itu, sumber daya alam juga masih tersedia. 

Menurut Arcandra, hal tersebut menjadi prioritas, sebab penggunaan BBM sudah waktunya untuk beralih ke gas. 

Dirinya mengharapkan agar produsen mobil dapat mendukung kampanye konversi dari bahan bakar minyak menjadi mobil berbahan bakar gas. Ini dilakukan agar penggunaan BBM dapat ditekan.

"Yang jadi pertanyaannya adalah apakah produsen mobil mau membangun konverter kit untuk gas? Kami harapkan dukungannya agar bisa memproduksi kendaraan berbahan bakar gas. Hal ini akan melibatkan banyak hal," ungkap Arcandra.

Sementara, infrastruktur penunjang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) tengah dipersiapkan untuk mempercepat konversi dari bahan bakar minyak menjadi gas. Menurut data, penggunaan BBM terbesar terdapat pada sektor transportasi. Selanjutnya di posisi kedua yaitu pembangkitan listrik, dan yang terakhir yakni kebutuhan rumah tangga.

Berdasarkan data tersebut, konsumsi BBM pada transportasi pertumbuhannya mencapai 13 % per tahun, sementara di ekonomi hanya kisaran 5,5 %. Menurutnya hal ini berarti kendaraan telah tumbuh dua kali lipat setiap tahun. 

"Ini adalah sinyal, bahwa konversi BBM menjadi BBG adalah prioritas. Kalau mengandalkan BBM dengan pertumbuhan naik dua kali lipat tiap tahun jelas ada yang subsidinya, tapi alangkah baiknya kita dorong, di antaranya nanti melalui aturan baru," imbuh Arcandra.

Mendukung kebijakan Wakil Menteri ESDM, Direktur Jenderal Minyak dan Gas bumi (Migas)  Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja menyambut baik langkah Pemerintah mewacanakan aturan agar SPBU mewajibkan memiliki dispenser gas. 

"Tahun ini kami targetkan 5.000 konverter kit bisa terpasang secara gratis. Satu perangkatnya senilai Rp 20 juta," ungkap Wirat.

Ia menambahkan, Pemerintah secara pasti mulai mendorong instansi menggunakan kendaraan BBG, kemudian transportasi umum juga mulai akan dipasang secara massal. 

"Secara teknis penggunaan gas lebih hemat daripada BBM," tandas Wirat. (RG)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top