Pemerintah Dukung Industri Keramik Bersaing di Pasar Global

Author : Franki Dibuat : Mar 16, 2017

Pemerintah Dukung Industri Keramik Bersaing di Pasar Global
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto (tengah) bersama Ketua Asosiasi Industri Keramik (Asaki) dan peserta pameran. (Foto: Galuh F)
Listrik Indonesia | Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian, mendukung industri keramik untuk mengembangkan produksi keramik di Indonesia. Untuk itu, Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) menggelar pameran Keramika 2017 di Jakarta, bertujuan untuk mempromosikan industri keramik dan pendukungnya serta mengembangkan teknologi maupun desain keramik Indonesia ke pasar global.

Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartanto, dalam sambutannya mengungkapkan, ajang ini untuk mempromosikan produk keramik unggulan yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan mampu bersaing di pasar internasional.

"Dalam pameran ini juga menampilkan perkembangan di bidang arsitektur, properti, dan desain produk keramik, serta industri pendukung proses produksi keramik seperti, mesin dan bahan baku," kata Airlangga saat pembukaan pameran Keramika 2017 di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta, Kamis (15/03).

Menperin menambahkan, pertumbuhan industri dalam beberapa tahun terakhir rata-rata sekitar 5% yang ditopang oleh pertumbuhan industri makanan dan minuman, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional.

"Diharapkan pameran ini dapat bermanfaat sebagai sarana pertukaran informasi dan transaksi bisnis antara pelaku industri dan konsumen produk keramik dalam dan luar negeri," tambahnya.

Sekadar informasi, industri keramik di Indonesia merupakan salah satu industri unggulan karena didukung oleh ketersediaan bahan baku berupa Sumber Daya Alam (SDA) yang tersebar di wilayah Indonesia, di samping itu mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 100.000 orang. 

"Seiring dengan pertumbuhan pasar dalam negeri yang terus meningkat, dalam jangka panjang lndustri keramik nasional cukup prospektif, mengingat konsumsi keramik nasional per kapita sekitar 2 m2 masih lebih rendah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya yang telah mencapai lebih dari 3 m2," ungkapnya.

Lebih jauh ia mengatakan, dengan adanya program pemerintah dalam peningkatan infrastruktur, pembangunan properti dan perumahan, diharapkan akan meningkatkan konsumsi keramik nasional. "Pemerintah terus mendorong agar industri dalam negeri, termasuk keramik, harus mampu bersaing dalam menghadapi berbagai tantangan di era kompetisi perdagangan bebas melalui berbagai insentif, termasuk memberikan harga gas yang kompetitif," tandasnya. (GF)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top