Pemerintah Komit, 2019 Indonesia Terang Hingga Pelosok

Author : Franki Dibuat : Apr 16, 2018

Pemerintah Komit, 2019 Indonesia Terang Hingga Pelosok
Listrik Indonesia | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, elektrifikasi menjadi salah satu program prioritas nasional, hal tersebut sesuai arahan Presiden Republik Indonesia agar seluruh masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air dapat menikmati listrik.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengatakan, rasio elektrifikasi Indonesia pada 2019 ditargetkan lebih dari 99%. Maka dari itu, untuk mencapai target tersebut, berbagai program kelistrikan terus dipercepat.

“Sesuai arahan Bapak Presiden dan Menteri (ESDM), target rasio elektrifikasi nasional tahun 2019 sebesar 99% lebih, dan kami terus kerjakan untuk mencapai itu. Tahun 2017 kita berhasil capai 95,35%, jauh melampaui targetnya yaitu 92,75%,” jelas Agung dikutip dari situs resmi ESDM, Jakarta (16/04).

Ia menambahkan, pihaknya optimistis pada 2019 mendatang, rasio elektrifikasi sesuai dengan target yang telah ditetapkan. “Kami optimis dan kita kerjakan karena elektrifikasi adalah bagian dari mewujudkan energi berkeadilan,” jelasnya.

Capaian Program 35.000 Megawatt
Dikatakan oleh Agung, megaproyek ketenagalistrikan 35.000 MW dan 7.000 MW masih berjalan sesuai rencana.

Ia mengungkapkan, program 35.000 MW per 1 April 2018, telah mencapai progres sekitar 40%. “Progres pembangunanan tidak dilihat dari proyek yang telah beroperasi saja, namun kemajuan dari masing-masing tahapan baik operasi, konstruksi, kontrak, pengadaan dan perencanaan,” imbuhnya.
 
Ia menerangkan, sebanyak 17.024 MW pembangkit listrik dalam program 35 ribu MW sedang tahap konstruksi, sementara sebesar 1.584 MW telah beroperasi. Untuk proyek yang sudah kontrak, namun belum konstruksi mencapai 12.690 MW.

“Apabila dilihat dari total jumlah proyek yang sudah kontrak yaitu sebesar 31.298 MW atau 87%. Selebihnya tahap pengadaan dan perencanaan masing-masing sebesar 3.414 MW dan 1.095 MW,” tuturnya.

Selain itu, program 7.000 MW yang terdiri dari lanjutan dari Fast Track Program (FTP) tahap I dan II serta program regular, per 1 April 2018, progresnya yang telah beroperasi sebesar 6.434 MW dan yang tahap konstruksi sebesar 1.406 MW.

Elektrifikasi Indonesia juga dilakukan yakni dengan program Listrik Desa (Lisdes) yang dikerahkan oleh PT PLN (Persero).

Menurut catatan, lanjutnya, PLN pada 2017 lalu dalam program Lisdes telah menjangkau sebanyak 75.682 desa. Angka tersebut dalam dua tahun terdapat tambahan sebanyak 5.291 desa dibandingkan tahun 2015 sebanyak 70.391 desa.

Lebih jauh ia mengatakan, sebagai program pra-elektrifikasi sebelum jaringan listrik masuk ke desa-desa terpencil, pemerintah juga memberikan lampu surya gratis untuk rumah di desa belum berlistrik.

“Paket program yang dinamakan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) terdiri dari 4 buah lampu LED dan baterai yang terintegrasi, panel surya, dan pengisi daya ponsel (charger),” paparnya.

“Pembiayaan program LTSHE tersebut bersumber dari APBN. Pada tahun 2017 pembagian dan pemasangan LTSHE telah dilakukan untuk sekitar 80 ribu rumah. Sedangkan tahun 2018 ini ditargetkan sebanyak 175 ribu rumah dan untuk tahun 2019 sedang tahap perencanaan untuk 125 ribu rumah,” tandasnya. (RG)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top