Pemerintah Siapkan Strategi Kebut Eksplorasi Panas Bumi

Author : Yusuf Dibuat : Apr 20, 2017

Pemerintah Siapkan Strategi Kebut Eksplorasi Panas Bumi
Listrik Indonesia | Pemerintah telah mempunyai cara untuk mendorong percepatan pengembangan panas bumi yang menjadi harta karun bagi bangsa Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Panas Bumi Kementerian Energi dan Simber Daya Alam (ESDM) Yunus Saefulhak.

Pasalnya dalam mengembangkan harta karun Indonesia menurut Yunus, pihaknya telah mempunyai beberapa acara agar pengembangan panas bumi menarik dilakukan bagi investor. Pertama  yakni, mempersingkat perizinan untuk kemudahan investasi. "Pemerintah sudah mengimplementasikan pelayanan satu pintu untuk investasi di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan prima yang memberikan kemudahan bagi investor," katanya beberapa waktu lalu dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (20/04).

Selanjutnya, pihaknya memberikan penugasan kepada Badan Layanan Umum (BLU) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melaksanakan kegiatan eksplorasi dan produksi panas bumi di daerah-daerah yang harga keekonomiannya belum masuk. 

"Pemerintah telah menugaskan PT PLN (Persero) untuk melakukan kegiatan pengembangan panas bumi di Atadei, NTT; Maluku Utara, Songa Wayaua, dan Jawa Barat; Tangkuban Perahu dan Ciater. Selain itu, pemerintah juga memberikan penugasan kepada PT Geo Dipa Energy untuk WKP Gunung Arjuno Welirang dan Candi Umbul Telomoyo," terang Yunus.

Ketiga, Pemerintah memberikan  Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) kepada Badan Usaha yang  tertarik untuk melakukan pengembangan panas bumi di wilayah Indonesia Bagian Timur.

Keempat, mengimplementasi program Geothermal Fund untuk menarik minat investor dalam melakukan pengembangan panas bumi untuk WKP di Wilayah Indonesia Bagian Timur. Program ini bertujuan untuk mengurangi risiko pengusahaan panas bumi dan diharapkan mendorong pengembangan panas bumi oleh pengembang swasta dan BUMN. 

Program ini dikelola oleh PT SMI dengan tetap melibatkan Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan sebagai steering committe dengan nilai anggaran APBN yang telah disediakan yakni sebesar Rp 3 triliun dan dana dari World Bank dalam bentuk grant sebesar US$ 55,25 juta. "Pendanaan program ini bersifat 'hibah bersyarat', di mana pemenang lelang dari lokasi akan mengganti dana eksplorasi dan premi risiko. Penggantian biaya tersebut bertujuan agar dana pengeboran eksplorasi dapat bergulir digunakan di wilayah lain yang berbeda (revolving fund)," ungkapnya.

Saat ini pihaknya telah menetapkan tiga area panas bumi yang mendapatkan geothermal fund di antaranya Jailolo-Maluku Utara,  Waisano dan Inelika-Nusa Tenggaa Timur (NTT). "Tak sampai disitu, Pemerintah juga telah menetapkan lima WKP untuk eksplorasi dan hal tersebut telah diajukan ke Word Bank," paparnya.

"Yang terakhir, pelaksanaan lelang lima (5) WKP pada 2017 untuk wilayah Indonesia Bagian Timur dengan pertimbangan harga keekonomian yang masih masuk dan menarik untuk para investor. Lima WKP yakni Bora Pulu, Oka Ile-Ange, Gunung Sirung, Simbolon Simosir dan Gunung Hamiding. Kelima WKP teraebut ditargetkan dapat segera Commercial Operationg Date (COD) pada 2024 dan 2025 mendatang," imbuhnya.

Hal tersebut merupakan upaya pemerintah dalam bentuk nyata dan komitmen untuk mempercepat penggunaan energi baru terbarukan dan konservasi energi, yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi yang berkeadilan untuk masyarakat. (RG)
 

Tags : News
Terakhir disunting : Apr 20, 2017


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top