Pencabutan Subsidi Listrik, Kementerian Mendapati Ratusan Pengaduan

Author : Franki Dibuat : Feb 7, 2017

Pencabutan Subsidi Listrik, Kementerian Mendapati Ratusan Pengaduan
Listrik Indonesia | Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Ketenagaistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Direktorat ESDM) mencatat sebanyak 249 pengaduan terkait pencabutan subsidi listrik sejak 2 Januari 2017 sampai 3 Februari 2017.

Menurut Direktur Jenderal Kelistrikan Kementerian ESDM Jarman, pihaknya mendapati aduan terkait pencabutan subsidi listrik pelanggan 900 Volt Ampere (VA) "Sebanyak 110 sudah diproses dan ternyata mereka memang berhak mendapatkan subsidi listrik, sisanya masih diproses oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) untuk dicocokkan datanya," ungkap Jarman belum lama ini, ditemui di Gedung Dewan Pers Jakarta.

Ia mengungkapkan, data yang sudah masuk akan dicocokkan dengan TNP2K untuk diteruskan kepada PT PLN (Persero) agar disesuaikan tarifnya. Untuk bisa mengetahui apakah masyarakat terkena dampak dari pencabutan subsidi listrik maka akan diketahui ketika membeli pulsa listrik.

"Jika harganya naik berarti warga tersebut termasuk golongan mampu. Namun, jika tidak sesuai bisa melaporkan melalui aplikasi. Laporkan saja jika merasa bermasalah, nanti jika memang sesuai maka subsidi akan diberikan. Tetapi tidak berarti jika melapor semua akan mendapatkan subsidi, data akan disesuaikan dulu," ungkapnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, tahapan pencabutan subsidi listrik dilakukan secara bertahap, per dua bulan dengan periode Januari-Februari, Maret-April dan Mei hingga Desember 2017, dan Juli 2017 mendatang akan ada pengaturan tariff adjustment.

"Tiga tahapan tersebut dibagi masing-masing sebesar 32%, pada Desember 2016 lalu, per kwh sebesar Rp562 menjadi Rp774 periode Januari-Februari, Rp1023 periode Maret-April dan Rp1352 periode Mei-Desember 2017. Tarif sebesar Rp1352 per Kwh merupakan tarif keekonomian, karena sudah sama dengan harga pelanggan nonsubsidi lainnya yang 1300 VA ke atas," tambah Dirjen Jarman.

Kebijakan pencabutan subsidi listrik tersebut hanya berlaku bagi pelanggan rumah tangga. Sedangkan untuk pelanggan lainnya seperti UMKM tetap diberikan subsidi meskipun tidak sebesar subsidi rumah tangga. "Pada awal Januari 2017 subsidi listrik golongan 900 VA dicabut. Alasannya kelompok golongan pengguna ini dinilai tidak berhak menerima subsidi listrik dari pemerintah," tandas Dirjen Gatrik Jarman. (GF)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top