Pengembangan EBT Perlu Dukungan Perbankan

Author : Franki Dibuat : Mar 16, 2017

Pengembangan EBT Perlu Dukungan Perbankan
Dirjen EBTKE Rida Mulyana dan Donny Yoesgiantoro (Kadin). (Foto: R Akmal)
Listrik Indonesia | Seminar dan pameran “Biogas and Waste to Energy Indonesia Forum 2017”, di Jakarta, (14-15/3) telah berakhir. Kegiatan yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bertujuan untuk mendorong semua pemangku kepentingan agar mampu menggali peluang bisnis dan investasi di sektor ini.

Kadin mencatat, penggunaan energi baru terbarukan di Indonesia baru mencapai 6,8 persen. Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Lingkungan dan Pengelolaan Limbah, Donny Yoesgiantoro mengungkapkan bahwa keterbatasan cadangan energi fosil membuka peluang lebih besar bagi energi baru dan terbarukan untuk lebih dikembangkan dan dieksplorasi. 

“Penggunaannya masih kecil, padahal potensinya sangat besar. Inilah tantangan kita di masa depan. Energi fosil mungkin akan sangat terbatas dengan perkiraan di tahun 2025. Sumber energi biogas dan limbah bisa menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan,” ungkapnya usai menutup kegiatan selama dua hari tersebut.

Menurutnya, pengembangan biogas dan limbah untuk energi di masa mendatang akan optimal jika pemerintah berani mengambil langkah untuk melakukan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) dan beralih pada subsidi untuk energi baru terbarukan.

“Pengembangan Biogas dan limbah skala mikro untuk energi akan tumbuh lebih cepat jika pemerintah memberikan dukungan untuk membiayai riset dan pengembangannya,” kata Donny.

Ia menilai peran serta dukungan pihak perbankan sangat diharapkan dalam pengembangan energi terbarukan. Dunia usaha meminta agar pihak otoritas keuangan dapat memberikan alokasi kredit khusus yang menarik.

“Di masa depan, kita perlu mempertimbangkan anggaran tambahan, seperti Malaysia misalnya, dengan menyumbangkan 1 persen dari biaya listrik,” ungkap dia.

Di samping masalah keuangan, ada banyak tantangan lainnya, seperti kesulitan dalam pengadaan lahan, proses perizinan, tata ruang yang tumpang tindih hingga data dan informasi yang terbatas. Masalah-masalah seperti ini yang menyulitkan pembangunan energi terbarukan di Indonesia, walaupun sebenarnya semua pihak telah memiliki tujuan dan orientasi yang jelas bagi pengembangan energi di masa depan.

“Untuk mempercepat pembangunan dan investasi di sektor energi terbarukan, para investor mengharapkan adanya insentif yang menarik serta peraturan yang mendukung untuk investasi,” terang Donny. (AD)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top