Penjualan Pertalite Melonjak Geser Premium

Author : Franki Dibuat : Feb 14, 2017

Penjualan Pertalite Melonjak Geser Premium
Listrik Indonesia | PT Pertamina (Persero) menyatakan konsumsi bahan bakar minyak jenis (BBM) Pertalite Research Octane Number (RON) 92 sepanjang 2016 mencapai 5,8 juta kilo liter (KL).
 
Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro, Perseroan mencatatkan penjualan Pertalite meroket tajam. Dikeluarkannya Pertalite untuk menjawab kebutuhan pelanggan dan perkembangan teknologi kendaraan. “BBM jenis ini (Pertalite) menjadi pilihan baru bagi konsumen. Karena pembakarannya lebih baik dan harganya juga terjangkau,” katanya kepada media di Menteng Jakarta Pusat, baru-baru ini, seperti yang diberitakan, Selasa, (14/02).
 
Wianda menambahkan, tren penjualan Pertalite sepanjang 2016 menunjukkan angka yang fantastis. “Sepanjang tahun lalu total volume penjualan Pertalite mencapai 5,8 juta KL. Hingga saat ini penjualan Pertalite terbukti terus mengalami tren peningkatan,” terangnya.
 
Penjualan Pertalite, lanjut Wianda, mengalami peningkatan setiap bulannya. Sejak Januari 2016, penjualan Pertalite tercatat hanya 5.500 kilo liter per hari. Namun angka itu meningkat menjadi 33 ribu kilo liter per hari pada Desember tahun lalu. “Pertalite dengan Pertamax Series telah menggerus penjualan Premium dari semula di kisaran 80 ribu kilo liter per hari menjadi sekitar 45 ribu kilo liter per hari,” ungkapnya.
 
Penurunan tersebut, menurutnya, terjadi secara alamiah karena adanya pergeseran pola konsumsi bahan bakar di masyarakat. “Sekarang jika melihat SPBU Pertamina, banyak konsumen ramai menunggu giliran pengisian pada dispenser Pertamax dan Pertalite. Pemandangan seperti itu terjadi di hampir semua SPBU, kendati Premium masih disediakan,” paparnya.
 
Lebih jauh Wianda mengungkapkan, Perseroan saat ini memiliki pusat produksi baik kilang maupun blending facilities yang diklaim sudah sesuai standar industri dan pengendalian mutu. “Produk yang dihasilkan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan pemerintah,” imbuhnya.
 
Ia menerangkan secara rinci, proses pembuatan pada blending facilities, pencampuran dilakukan dengan dua teknik yakni inline blending melalui pipa pengisian BBM ke tangki di New Gantry System dengan komposisi tertentu dan dengan cara in tank blending (proses pencampuran di dalam tangki penimbunan).
 
“Dalam proses pengujiannya kami melibatkan Gaikindo dan lembaga konsumen serta tim penguji independen, yaitu Institut Teknologi Bandung. Pertamina sangat serius dan menjamin kualitas produk Pertalite yang diproduksikan dan dipasarkan kepada konsumen,” tandasnya.
 
Sekadar informasi, penjualan Pertalite, pada Januari 2016 sampai dengan Desember 2016 mengalami kenaikan sangat signifikan yakni mencapai 453%. Pada Januari jumlah konsumsi per hari sebesar 3.538 KL. Ketika Desember 2016 menjadi 16.041 KL.
 
Sementara Pertamax juga mengalami kenaikan sepanjang 2016, yakni pada Januari 2016 hanya 8,4% menjadi 17% di akhir 2016. Hal yang sama juga terjadi pada produk Pertamax Turbo, pada awal tahun hanya menduduki 0,6% dari seluruh produk Pertamina. Tetapi diakhir tahun naik menjadi 0,8%.
 
Kenaikan sejumlah produk BBM tersebut yang akhirnya menggeser pasar Premium. Pertamina mencatat, pada Januari 2016, pasar premium masih menduduki 86,8% dari total volume BBM yang dijual. Namun pada Desember 2016 merosot hingga ke angka 45%. (GF)

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top