Percepat Elektrifikasi, GE Dukung Penuh Program Pemerintah

Author : Franki Dibuat : Dec 8, 2016

Percepat Elektrifikasi, GE Dukung Penuh Program Pemerintah
Listrik Indonesia | Menurut data PT PLN (Persero), kapasitas pembangkit listrik di Indonesia berada di kisaran 55,5 Gigawatt (GW) pada 2015. Swasembada listrik menyumbang sekitar 16,76 GW atau sekitar 30% dari total kapasitas listrik nasional.
 
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Diesel paling sering digunakan untuk menghasilkan tenaga listrik di Indonesia.  PLTU menjadi pilihan utama bagi industri besar karena biaya operasionalnya yang lebih rendah. Baik untuk pengelolaan listrik swasta, ataupun pembangkit listrik untuk industri.
 
Untuk itu, GE Indonesia mendukung penuh program pemerintah dengan meningkatkan nilai bruto produk domestik menjadi US$5.500 perkapita. Pihaknya, berambisi meningkatkan pertumbuhan di sektor industri.
 
Chief Executive Officer (CEO) GE Indonesia, Handry Satriago mengungkapkan, umumnya, industri-industri atau pabrik-pabrik merupakan penyerap listrik terbesar seperti, smelter; pabrik baja; industri kimia; industri kertas; industri makanan; dan minyak dan gas, sangat membutuhkan kontinuitas dan kualitas akan pasokan energi.
 
Untuk memastikan ketersediaan pasokan listrik, pihaknya  memaksimalkan sumber daya energi dan fleksibilitas tenaga listrik, serta mengurangi limbah energi dan menjaga kestabilan operasional industri.
 
“Maka penggunaan sumber daya energi atau solusi industri listrik GE yang maksimal adalah solusi yang baik dan dapat diandalkan,” kata Handry, saat memberikan sambutan kepada para pemimpin industri pembangkit listrik, proyek, serta teknologi digital dalam acara GE Powering Indonesia Conference 2016 yang bertema “Developing Indonesia Industrial Power Generation” di Jakarta, Rabu, (7/12).
 
Ia menambahkan, dengan adanya pembangkit listrik yang independen dan aman, pebinis akan lebih mudah menangkap kesempatan untuk mengembangkan bisnis mereka.
 
Selain itu, pihaknya, akan membuka kesempatan bagi sektor industri untuk menghemat biaya listrik, bahkan menjual kelebihan pasokan listriknya. “Faktor-faktor ini akan memengaruhi daya saing industri-industri tersebut di ranah global,” ungkapnya. (GF)



0 Komentar

Berikan komentar anda

Top