Perhitungan Tarif PLN di Tengah Wabah Corona, Tak Rugikan Pelanggan

Author : listrikinfo@gmail.com Dibuat : Mar 26, 2020

Perhitungan Tarif PLN di Tengah Wabah Corona, Tak Rugikan Pelanggan
Listrik Indonesia | Sebagai bentuk antisipasi penyebaran  Covid-19 dalam teror pandemi Corona sekarang, PT PLN (Persero) sementara waktu tidak melakukan  pencatatan meter listrik ke pelanggan. Jadi, sementara ini, tidak ada petugas pencatat meteran listrik yang  berkeliling seperti biasa dari rumah ke rumah mencatat penggunaan listrik pelanggan. Lalu, PLN berinisiatif  menerapkan kebijakan perhitungan rata-rata pemakaian listrik selama 3 bulan terakhir untuk pelanggan pascabayar. Hal ini, berlaku untuk pembayaran rekening bulan April.

Menurut Siti Ismah, Pengamat Kelistrikan dan energi sekaligus Founder Sidev Institute,  keputusan PLN mengeluarkan kebijakan untuk pelanggan PLN pascabayar tersebut sudah tepat. Kebijakan tersebut menurutnya tidak merugikan pelanggan.

“Keputusan PLN untuk menetapkan perhitungan tarip listrik selama tiga bulan terakhir tidak merugikan pelanggan. Karena itu dihitung dari rata rata pemakaian selama 3 bulan, yang berarti itu pemakaian riil dari pelanggan. Logikanya, bahwa semenjak wabah Corona Virus Desease (Covud 19) ini banyak petugas PLN yang tidak melakukan pengecekan meteran ke pelanggan.Kalau memang ada kelebihan penagihan, bisa di kompensasi,” ungkap Siti Ismah kepada Listrik Indonesia.  

Sementara, terkait dengan kemungkinan pemberian insentif kepada pelanggan rumah tangga, seperti insentif pemerintah untuk pembayaran cicilan kendaraan dan rumah, menurutnya masih belum perlu dilakukan PLN. 

“Ini (insentif) masih diperlukan evaluasi lebih jauh ,dan saat ini belum bisa dilakukan evaluasi  dampak Corona ini terhadap pemanfaatan listrik di masyarakat. Kalau ditingkat masyarakat, bisa saja penggunaan listrik lebih banyak karena banyak melakukan kegiatan di rumah,” imbuh Ismah.

Kendati demikian, tidak menutup kemungkian insentif bisa diberikan kepada industri yang terdampak besar akibat wabah Convid-19 sekarang ini.  “Sementara di industri bisa terjadi sebaliknya, karena proses kegiatan produksi menurun  Mungkin ini yg bisa saya sampaikan.
Kalau untuk Industri yang lebih parah terkena dampak, insentif bisa diberikan untuk keringanan tarif diatas pemakaian tertentu. tapi kalau masyarakat mungkin belum perlu,” pungkas Ismah. (AB)


 

Tags : News


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top