Permudah Akses, AKLI Terapkan Sistem Online

Author : Franki Dibuat : Jan 12, 2018

Permudah Akses, AKLI Terapkan Sistem Online
Listrik Indonesia | Meski tergolong hal baru dalam sektor ketenaga­listrikan, teknologi digital menjadi hal terpenting. Kehadiran sistem ini diharapkan dapat mempersingkat proses kerja, meningkatkan efisiensi dan akurasi, serta mempermudah berbagai aktivitas.

Jarak biasanya menjadi faktor penghalang, seperti saat akan mengirimkan suatu dokumen ke tempat yang jauh. Namun dengan adanya jaringan internet, hal tersebut dapat teratasi. Teknologi digital berbasis online nirkabel ini, memang makin melekat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Hal ini dirasakan pula oleh Soewarto, Ketua Umum Asosiasi Kontraktor dan Mekanikal Listrik Indonesia (AKLI). Ia mengungkapkan, keberadaan internet sudah sangat melekat dengan masyarakat, tidak hanya di dalam negeri, tapi hingga ke seluruh dunia.

Untuk itu, pihak AKLI saat ini telah meng-upgrade sistem berbasis digital online ini untuk memudahkan aktivitas anggotanya.

"Kami sekarang beralih menggunakan sistem digitalisasi berbasis internet, dengan tujuan untuk mempermudah anggota kami. Seperti mengurus pembuatan Surat Penetapan Penanggung Jawaban Teknik (SPPJT), Surat Laik Operasi (SLO), dan lainnya," terang Soewarto saat berbincang dengan Listrik Indonesia di Kantor DPP AKLI di Jakarta, medio Desember 2017.

Sebelumnya, banyak anggota AKLI mengaku, sering mengalami kesulitan dalam pembuatan surat SPPJT tersebut, sebab selama ini masih menggunakan cara manual yang membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Untuk anggota yang ingin membuat surat SPPJT, untuk di DPP saja memakan waktu sekitar 20 hari. Itu belum di Dewan Pengurusan Cabang (DPC) dan Dewan Pengurusan Wilayah (DPW)," ungkap Soewarto.

Surat SPPJT ini merupakan salah satu syarat sebuah perusahaan pendukung sektor ketenagalistrikan jika ingin menjadi anggota AKLI. Dengan adanya sistem online ini, lanjut Soewarto, mereka cukup mengirim keperluannya melalui sistem online.

"Jika semua persyaratannya sudah komplit, dalam tiga hari surat tersebut sudah dapat diterbitkan. Beda jauh dengan cara manual," paparnya.

Sebelumnya DPP AKLI sudah melakukan sosialisasi kepada para anggota yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia mengenai sistem yang akan beralih ke online.

"Mengenai persyaratannya masih menggunakan yang lama, hanya saja sistemnya yang baru online. Jadi mereka tidak perlu mengumpulkan data secara fisik, tetapi cukup berbentuk file saja," pungkasnya.

Saat ini, AKLI memiliki anggota sekitar 33 DPD yang tersebar di masing-masing provinsi, dan memiliki 85 DPC yang tersebar di hampir seluruh Kabupaten/Ibukota.

"Masing-masing daerah mempunyai anggota yang jumlahnya berbeda-beda, untuk daerah yang memiliki anggota lebih banyak, harus mensosialisasikan lebih intensif lagi," tandas Soewarto. (Fr/GF)

Terakhir disunting : Jan 12, 2018


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top