Peroleh Pinjaman Rp 16 T, PLN: Untuk Infrastruktur Ketenagalistrikan

Author : Franki Dibuat : Nov 5, 2017

Peroleh Pinjaman Rp 16 T, PLN: Untuk Infrastruktur Ketenagalistrikan
(Foto: R Akmal/Listrik Indonesia)
Listrik Indonesia | Pada Triwulan ke-4 tahun 2017 ini, PT PLN (Persero) kembali mendapatkan pinjaman Kredit Investasi dari sindikasi Lembaga Keuangan Bank dan non-Bank Nasional dengan total Rp 16,3 triliun melalui skema konvensional dan syariah, masing-masing sebesar Rp12 triliun dan Rp4,3 triliun. Pinjaman berjangka waktu 10 tahun tersebut akan digunakan untuk mendanai proyek infrastruktur ketenagalistrikan.
 
Acara penandatanganan perjanjian Kredit Investasi skema konvensional tersebut dilakukan oleh Sarwono Sudarto – Direktur Keuangan PT PLN (Persero), Sulaiman Arif Arianto – Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) , Tbk., Kuswiyoto - Direktur Kredit Menengah, Korporasi & BUMN PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) , Tbk., Rudy Susanto - Direktur Korporasi PT Bank Central Asia, Tbk., Edwin Syahruzad – Direktur Pembiayaan dan Investasi PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Dwi Wahyudi – Direktur Pelaksana I Indonesia Eximbank, Kostaman Thayib – Direktur Utama & Madi D. Lazuardi – Direktur Kredit PT Bank Mega, Tbk., Yusuke Katsuta –General Manager The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd., dan Kazuhisa Miyagawa –Direktur Utama PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia.
 
Penandatanganan Kredit Investasi dengan skema syariah dilakukan oleh Sarwono Sudarto- Direktur Keuangan PT PLN (Persero), Eri Budiono Direktur Perbankan Global & Thilagavathy Nadason-Direktur Keuangan Bank Maybank Indonesia, Choirul Anwar dan Putu Rahwidhiyasa-Direktur dari Bank Mandiri Syariah, Edwin Syahruzad – Direktur Pembiayaan dan Investasi PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Junaidi Hisom – Direktur Bank Negara Indonesia Syariah, Budi Wardana– Head Syariah SME & Wholesale Banking PT Bank Permata Syariah. Kredit Investasi dengan skema syariah sebesar Rp4,3 triliun ini merupakan yang pertama bagi PLN dan sekaligus yang terbesar di Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya dukungan nyata industri keuangan syariah terhadap pembangunan infrastruktur kelistrikan, dan bukti bahwa PLN ikut berperan dalam mendorong perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia.
 
"untuk pertama kalinya PLN melakukan penandatanganan kredit investasi skema syariah, Ini merupakan Kredit Investasi Skema Syariah yang terbesar di Indonesia & semoga memberikan barokah pada PLN dalam membangun infrastruktur kelistrikan dan semakin mendorong perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia," jelas Direktur Utama PLN Sofyan Basir usai melakukan penandatangan di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Kamis (2/11).
 
Ia melanjutkan, kedua penandatanganan Perjanjian yang berlangsung di Kantor PLN Pusat tersebut juga merupakan bentuk nyata kepercayaan Lembaga Keuangan Nasional Bank dan non-Bank terhadap pengelolaan keuangan PLN yang tetap prudent dalam masa pembangunan/ekspansi.
 
Seiring dengan kemajuan Program 35.000 Megawatt (MW), kebutuhan investasi PLN di tahun 2017 diperkirakan akan terealisasi sekitar Rp86 triliun, meningkat sebesar 43% bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2016. "Realisasi investasi ini juga mendorong tercapainya rasio elektrifikasi nasional sebesar 93% pada September 2017. Total aset PLN per 30 September 2017 sebesar Rp1.312 triliun, meningkat sebesar 3% dibandingkan pada 31 Desember 2016 sebesar Rp1.274 triliun," ungkapnya.
 
Menurutnya, langkah-langkah strategis yang dilakukan oleh Pemerintah dan PLN, sudah mulai terlihat hasilnya dan dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Jika pada Januari 2015, masih terdapat 11 dari 22 sistem besar kelistrikan dalam kondisi defisit listrik, maka saat ini seluruh sistem besar tersebut sudah tercukupi beban puncaknya.
 
Program 35.000 MW tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan ketersediaan listrik, namun juga dimaksudkan agar PLN mampu menyediakan listrik dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat dan kompetitif bagi industri serta bisnis, untuk menunjang pertumbuhan ekonomi nasional.
 
"Mengingat kebutuhan dana untuk investasi ini cukup signifikan sehingga tidak dapat dipenuhi dari dana internal PLN dan Pemerintah, maka dukungan dari semua pihak termasuk Lembaga Keuangan Bank dan non-Bank lainnya menjadi sangat berarti bagi PLN," papar Sofyan.
 
Pihak perbankan dan lembaga keuangan nasional berperan penting menyediakan dana yang dibutuhkan untuk pembiayaan kegiatan investasi dan merupakan salah satu kunci keberhasilan penyelesaian Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan 35.000 MW.
 
"Kami ucapkan terimakasih untuk seluruh pihak perbankan dan lembaga keuangan yang terlibat dalam sindikasi hari ini dalam menyediakan Pendanaan Investasi bagi PLN. Kami berharap, kerjasama ini akan terus berlanjut dengan lebih baik," tandas Sofyan. (RG)
 

Terakhir disunting : Nov 5, 2017


0 Komentar

Berikan komentar anda

Top